Internasional

Makin Panas! Korut-Rusia Dukung China 'Hajar' AS soal Taiwan

News - sef, CNBC Indonesia
03 August 2022 09:00
North Korean leader Kim Jong Un gestures as he watches the test-firing of a new-type tactical guided weapon according to state media, North Korea, in this undated photo released on April 16, 2022 by North Korea's Korean Central News Agency (KCNA).    KCNA via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN SOUTH KOREA. Foto: via REUTERS/KCNA

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) memberi dukungan ke China soal Taiwan, Rabu (3/8/2022). Negeri Kim Jong Un bahkan mengecam Amerika Serikat (AS) karena karena dianggap sudah kurang ajar.

Ini terkait kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Kunjungan orang kedua di suksesi kepemimpinan AS tersebut dianggap China sebagai pengakuan pada kemerdekaan Taiwan.

"Campur tangan kurang ajar," kutip AFP memuat komentar Korut yang disiarkan di media lokal Korut, KCNA.


"Provokasi politik dan militernya (AS) disengaja, memang merupakan akar penyebab gangguan perdamaian dan keamanan di kawasan itu," tambah Negeri Pertapa.

Menurut Pyongyang, China adalah bagian tak terpisahkan dari Taiwan sehingga ini urusan internal Beijing. Karenanya Korut mendukung tindakan yang akan diambil China.

"Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari China dan masalah Taiwan berkaitan dengan urusan dalam negeri China," muat KCNA lagi.

"Kami dengan keras mengecam campur tangan kekuatan eksternal dalam masalah Taiwan, dan sepenuhnya mendukung sikap adil pemerintah China untuk dengan tegas mempertahankan kedaulatan negara dan integritas teritorial," ujarnya media itu lagi.

China adalah sekutu lama Korut. Hubungan mereka bahkan dibuktikan dengan keterlibatan Tirai Bambu dalam Perang Korea.

Mao Zedong mengirim jutaan "sukarelawan" untuk melawan pasukan PBB yang dipimpin AS terhenti. Dari segi ekonomi Korut juga bergantung ke China.

Sebelumnya, melalui Kementerian Luar Negeri Rusia, pemerintah Presiden Vladimir Putin juga menuduh Washington mengacaukan dunia. AS justru memicu kemarahan China.

"Washington membawa destabilisasi ke dunia," kata juru bicara Maria Zakharova di media sosial, dikutip Selasa.

"Tidak ada satu pun konflik yang diselesaikan dalam beberapa dekade terakhir, tetapi banyak yang memprovokasi."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Korut Impor Jutaan Masker Sebelum Ada Laporan Covid


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading