Internasional

Ini Hasil Pertemuan Macron dan MBS, Ada Sikap soal Perang?

News - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 July 2022 21:30
In this photo provided by the Saudi Royal Palace, Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman speaks during the Green Initiative Summit in Riyadh, Saudi Arabia, Monday, Oct. 25, 2021. (Bandar Aljaloud/Saudi Royal Palace via AP) Foto: AP/Bandar Aljaloud

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman setuju untuk bekerja sama meringankan dampak perang di Ukraina. Hal tersebut diungkap oleh Kepresidenan Prancis dalam pembicaraan di Paris, Jumat (29/7/2022).

"Presiden dan Putra Mahkota Arab Saudi menggarisbawahi perlunya mengakhiri konflik ini dan mengintensifkan kerja sama mereka untuk mengurangi efek di Eropa, Timur Tengah dan dunia yang lebih luas," kata sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Para pembantu Presiden Prancis telah mengindikasikan sebelum pembicaraan bahwa Macron berencana untuk mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyaknya untuk membantu menurunkan harga minyak mentah.


Pernyataan itu tidak membuat referensi eksplisit untuk minyak atau gas, tetapi mengatakan Macron telah menggarisbawahi pentingnya melanjutkan koordinasi yang sedang berlangsung dengan Arab Saudi sehubungan dengan diversifikasi pasokan energi untuk negara-negara Eropa.

Dengan pasokan minyak dan gas Rusia tidak tersedia untuk negara-negara Uni Eropa karena sanksi atau ditahan oleh Moskow, negara-negara Eropa mati-matian mencari sumber bahan bakar fosil alternatif.

Arab Saudi adalah salah satu dari sedikit negara di dunia dengan kapasitas untuk meningkatkan produksinya.

Pernyataan Prancis mengatakan bahwa Macron dan pria yang biasa dipanggil MBS juga telah membahas ketahanan pangan di tengah kekhawatiran kelaparan yang disebabkan oleh hilangnya biji-bijian Ukraina.

Pembicaraan saat makan malam oleh kedua pemimpin mencakup krisis regional termasuk perang di Yaman dan program nuklir Iran.

"Sehubungan dengan perang di Yaman, Presiden memuji upaya Arab Saudi untuk menemukan solusi politik, global dan inklusif di bawah naungan PBB dan menyatakan harapannya bahwa gencatan senjata berlanjut," kata pernyataan itu.

Yaman sendiri telah dicengkeram konflik sejak pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai ibu kota Sanaa pada 2014, memicu intervensi militer pimpinan Saudi untuk mendukung pemerintah yang terkepung pada tahun berikutnya.

Pihak-pihak yang bertikai sepakat untuk memperbarui gencatan senjata dua bulan pada Juni.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Prancis Teriak, Warning "Kiamat" Ini karena Rusia-Ukraina


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading