7 Proyek Strategis Nasional Rampung, Nilainya Capai Rp138 T

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 July 2022 17:50
Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok. Brantas Abipraya) Foto: Dok. Brantas Abipraya

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melaporkan, hingga Juni 2022 telah merampungkan tujuh Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai mencapai Rp 138,1 triliun. Ditargetkan, di tahun ini 20 PSN selesai dibangun.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo menjelaskan tujuh proyek PSN yang statusnya sudah selesai terdiri dari Kawasan Industri Tanjung Enim, Kawasan Industri Terpadu Batang.

Serta Terminal Multipurpose Labuan Bajo, Kawasan Industri Weda Bay, Central-West Java Transmission Line 500 KV, Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo, serta Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota Kabupaten Merauke.

"Ketujuh proyek ini sudah selesai dengan nilai Rp 138,1 triliun," jelas Wahyu dalam konferensi pers, Selasa (26/7/2022).



Pemerintah, kata Wahyu terus memantau pengerjaan pembangunan PSN dan menargetkan pada tahun ini secara keseluruhan bisa menyelesaikan 20 PSN. Namun, tidak dijelaskan secara rinci.

"Status ini mungkin akan moving, kita bisa saja asumsikan selesai. Namun masalah tanah desa, tanah wakaf yang menghambat. Kita akan pantau, akan ada 20-an (PSN) lagi selesai (di tahun ini)," jelas Wahyu.

Kendati demikian, Wahyu menjelaskan, terdapat 20 proyek telah selesai di tahun 2016 dengan nilai Rp 33,3 triliun yang mencakup 7 bandar udara, 1 jalan tol, 6 bendungan, 1 pelabuhan, 1 jalur pipa gas, dan 4 PLBN.

Kemudian pada 2017 terdapat 10 PSN yang selesai dibangun dengan nilai mencapai Rp 61,4 triliun yang terdiri dari 2 jalan tol, 1 jalan akses, 1 bandara, 1 fasilitas gas, 3 PLBN, 1 bendungan, dan 1 saluran irigasi.

Adapun pada 2018, pemerintah juga telah menyelesaikan 32 PSN dengan nilai mencapai Rp 207,4 triliun yang meliputi 2 jalur kereta api, 4 bendungan, 1 irigasi, 10 jalan tol, 5 kawasan ekonomi khusus (KEK), 1 bandar udara, 4 kawasan industri, 4 smelter, dan 1 sentra kelautan perikanan.

Di tahun 2019, terdapat 30 proyek rampung dengan nilai Rp165,3 triliun, yakni empat bandara, empat bendungan, sembilan jalan, enam kawasan, dua jalur kereta, satu pelabuhan, dua smelter, dan dua teknologi.

Lalu di tahun 2020, terdapat 12 proyek selesai sebesar Rp 123,1 triliun yang meliputi satu bandara, satu jalur kereta, dua jalan tol, satu pelabuhan, satu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), tiga kawasan industri, serta tiga bendungan.



Sementara untuk tahun 2021, terdapat 24 proyek berhasil diselesaikan senilai Rp125,9 triliun yang terdiri dari enam jalan tol, satu jalur kereta, satu kawasan. satu perumahan, dua SPAM, 11 bendungan, satu pelabuhan, dan satu teknologi.

Tak hanya itu, dalam catatannya secara kumulatif dari tahun 2016 hingga Semester I-2022 juga masih ada 27 proyek plus 8 program yang beroperasi sebagian. Kemudian 91 proyek dalam tahap konstruksi, kemudian 13 proyek dalam tahap transaksi dan 37 proyek ditambah 2 program dalam tahap penyiapan.

Pemerintah pun tengah menyusun perubahan daftar PSN di tahun ini, yang akan dituangkan di dalam Peraturan Menko Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022 yang akan segera diterbitkan dalam waktu dekat.

Wahyu bilang, menjelang Semester II-2022, terdapat perubahan tas daftar PSN yang mengubah 208 proyek dan 10 program menjadi 200 proyek dan 12 program.

Dikeluarkannya 8 proyek tersebut dari PSN pemerintah, kata Wahyu salah satunya dikarenakan kurangnya dukungan masyarakat sekitar dalam pembangunan proyek tersebut. Sekaligus merupakan arahan dari Presiden Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah Pangkas 8 Proyek Infrastruktur dari Daftar PSN


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading