Ini Dia Biang Kerok Proyek Gas Raksasa Masela Tak Maju-maju

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 July 2022 16:15
Blok Masela (Dok.Reuters) Foto: Blok Masela (Dok.Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Masela di Maluku hingga kini belum tampak perkembangan yang berarti. Perusahaan Jepang, Inpex Masela Ltd, unit Inpex Corporation masih butuh mitra agar Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut bisa dimulai.

"Masela ada masalahnya, mitranya mengundurkan diri dan pemerintah sedang mencari penggantinya siapa, permasalahan di sana," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo dalam konferensi pers, Selasa (26/7/2022)

Baru saja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomina) Airlangga Hartarto bersama dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru, Nobumitsu Hayashi digelar di Hotel Imperial Tokyo, Jepang.

Salah satu topik yang dibahas adalah proyek Masela. Sejauh ini komitmen dari perusahaan Jepang tidak berubah dalam melakukan eksekusi. Sehingga bisa beroperasi pada 2027 mendatang.

"Dari pihak investor Jepang akan tetap membangun di Marsela, tapi gak bisa sendiri, harus ada mitranya. Teman-teman Kementerian ESDM sedang mencarikan siapa yang paling layak dan ESDM terus mencari mitranya agar Marsela ini terus dibangun," terangnya.

Diketahui, revisi rencana pengembangan (Plan of Development/ PoD) Blok Masela ini telah disetujui Pemerintah Indonesia pada 16 Juli 2019 lalu.

Proyek senilai US$ 19,8 miliar atau sekitar Rp 285 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$) ini ditargetkan memproduksi 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa) dan gas pipa 150 MMSCFD, serta 35.000 barel minyak per hari.

Adapun pemegang hak partisipasi (Participating Interest/ PI) Blok Masela ini yaitu Inpex Masela Ltd sebesar 65% dan Royal Dutch Shell Plc (Shell) melalui Shell Upstream Overseas sebesar 35%. Namun, Shell sejak beberapa tahun lalu telah berencana untuk melepaskan kepemilikan hak partisipasi di proyek ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina, INA & Asing Bakal Digabung Kelola Gas Abadi Masela


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading