MARKET DATA

Serba Pakai Dolar, Industri Ini Paling Ngeri Dolar Rp 15.000

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
25 July 2022 12:45
Serba Pakai Dolar, Industri Ini Paling Ngeri Dolar Rp 15.000
Foto: Pedagang beraktivitas di salah satu gerai kain di Pasar Mayestik, Jakarta, Rabu (11/11/2020). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah terpantau masih bergerak di batas tipis di dekat Rp15.000 per dolar AS hingga sesi siang ini (Senin, 25/7/2022). Ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri tekstil di dalam negeri.

Pasalnya, menurut Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, industri tekstil belum sepenuhnya lepas dari pengaruh dolar AS. Meski, sebagian kebutuhan bahan baku industri sudah dipasok dari lokal.

Jemmy mengatakan, transaksi untuk pengadaan bahan baku tekstil, mulai dari hulu, yaitu paraxylene (PX), purified terephtalic acid (PTA) dan methyl ethylene glycol (MEG) juga serat polyeste/ viscose, dan kapas menggunakan dolar.

"Walau pun sudah ada yang diproduksi lokal seperti serat polyester dan viscose tapi mereka menghitungnya menggunakan dolar," kata Jemmy kepada CNBC Indonesia, Senin (25/7/2022).

Saat ini, ujarnya, pelaku usaha tengah berusaha mencari strategi untuk melakukan subsidi silang. Dengan begitu bisa mengamankan arus kas perusahaan.

"Tinggal kita lihat apa akan ada pelemahan harga komoditas energi juga yang akan saling cover," kata Jemmy.

(dce/dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Begini Penjelasan Bos Tekstil Soal Efek Banjir Rob Semarang


Most Popular
Features