Internasional

Keras! Gegara 1 Kasus Covid-19, China Lockdown 1 Kota

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 July 2022 17:05
Seorang wanita dengan pakaian pelindung berjalan di dekat Stasiun Kereta Shanghai, setelah penguncian yang dilakukan untuk mengekang wabah penyakit virus corona (COVID-19). (REUTERS/ALY SONG) Foto: Seorang wanita dengan pakaian pelindung berjalan di dekat Stasiun Kereta Shanghai, setelah penguncian yang dilakukan untuk mengekang wabah penyakit virus corona (COVID-19). (REUTERS/ALY SONG)

Jakarta, CNBC Indonesia - China kembali mengunci (lockdown) wilayahnya akibat kasus Covid-19. Kali ini kota Wugang di provinsi Henan ditutup selama tiga hari setelah ditemukan satu infeksi corona.

Salah satu pusat baja China ini mengumumkan penguncian seluruh kota mulai 11 Juli. Ini menjadikannya kota China terbaru yang memberlakukan pembatasan mobilitas ketat di tengah wabah Covid yang sedang berlangsung di negara itu.

Kota berpenduduk sekitar 300.000 jiwa, rumah bagi Wuyang Iron & Steel Co, mengharuskan semua penduduk untuk tinggal di rumah kecuali mereka menjalani tes Covid-19, menurut pernyataan pemerintah setempat, Senin (11/7/2022), dilansir The Straits Times.

Ini pertama kalinya sebuah kota di China dikunci berdasarkan satu kasus, negara itu memiliki rekam jejak bereaksi cepat hanya terhadap satu atau beberapa infeksi. China sendiri masih menggunakan pendekatan program "nol-Covid".

Di sisi lain, Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak perlu lagi menguji beberapa barang impor untuk virus corona. Ini bertujuan untuk mengurangi biaya tindakan pencegahan Covid-19 di negara tersebut.

Selain program "nol-Covid", China juga mulai menguji kemasan impor makanan dingin dan beku untuk virus pada Juni 2020, setelah sekelompok infeksi di antara pekerja di pasar makanan grosir di Beijing.

Enam bulan kemudian, Beijing juga menyarankan pengujian pada produk ambien juga. Ini dilakukan meski para ilmuwan mengatakan risiko infeksi virus corona melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi cukup rendah.

"Pemerintah daerah tidak perlu lagi menguji makanan ambien atau barang lain untuk virus," kata NHC di situs webnya, melansir Reuters.

NHC juga menambahkan makanan dingin dan beku akan terus diuji, namun eksportir tidak akan menghadapi penangguhan impor ketika barang mereka dinyatakan positif di pemeriksaan pabean.

Langkah-langkah tersebut dilakukan di tengah upaya yang berkembang untuk mendukung ekonomi China yang lesu setelah otoritas memberlakukan sederet aturan ketat terkait Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Maaf, Ekonomi China Kayaknya Madesu


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading