Sering Dikira Flu Ringan, Ini Tanda-tanda Omicron BA.4-BA.5

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
07 July 2022 08:25
Infografis/Respon Pemerintah cegah omicron masuk Indonesia/Aristya Rahadian Foto: Infografis/Respon Pemerintah cegah omicron masuk Indonesia/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Subvarian baru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 sudah menjadi biang kerok kasus harian melonjak. Dalam beberapa pekan terakhir, angka kasus konfirmasi bertahan di atas 1.000 kasus per hari, bahkan sempat tembus di angka 2.500 per hari.

Kementerian Kesehatan memperkirakan lonjakan kasus yang disebabkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi dua hingga tiga pekan mendatang. Perkiraan tersebut, berdasarkan pengalaman dalam menghadapi subvarian sebelumnya.


Lalu seperti apa karakteristik Omicron BA.4 dan BA.5? Apa yang membedakannya dengan flu biasa?

Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengacu pada data di negara lain seperti Portugal, pasien dengan infeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang belum divaksinasi Covid-19 dosis lengkap mengalami gejala yang hampir mirip dengan varian Delta.

Salah satunya, kehilangan kemampuan mencium bau atau anosmia. "Ada kehilangan penciuman, rasa lelah. Pada kasus yang berat bisa seperti Delta mengalami harus ke rumah sakit," ujarnya.

Kemiripan gejala tersebut terjadi karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mengadopsi kombinasi gejala varian Delta dan varian Omicron.

"BA.4 dan BA.5 ini dia memiliki karakter yang kombinasi antara kecepatan menginfeksi yang diwarisi dari Omicron, [yaitu] cepat dan mudah menginfeksi baik yang belum atau sudah divaksinasi, bahkan jauh lebih efektif sekarang,"

Sementara itu, ahli penyakit dalam dr. Adria Rusli dari RSPI Sulianti Saroso menjelaskan bahwa masa inkubasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 lebih cepat daripada Omicron asli (BA.1) dan Delta.

Seseorang yang terinfeksi subvarian ini bisa mengalami gejala berupa batuk hingga sakit menelan dalam waktu dua sampai tiga hari. Tidak seperti Omicron dan Delta yang biasanya membutuhkan waktu sampai lima atau tujuh hari.

Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menjelaskan jika flu jarang disertai dengan nyeri tenggorokan atau tenggorokan gatal.

Sementara dua gejala tersebut banyak ditemukan pada varian Omicron. Ia menerangkan, gejala yang khas pada omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal.

"Memang sedikit mirip dengan [gejala] flu," ujarnya dalam Seminar Daring berjudul Super-immunity and Implication on New Variant of Covid-19", beberapa waktu lalu.

"Namun jarang flu biasa itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk." imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh, Satu Pasien Covid-19 Varian Baru Alami Gejala Berat


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading