Kominfo-KPU Waspada Serangan Siber, Patroli Digital 24 Jam

News - Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
06 July 2022 20:58
KPU

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, menegaskan Kominfo mempunyai tugas untuk menjaga ruang digital agar tetap sehat.

Hal ini ia sampaikan usai melakukan audiensi dengan Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari. Audiensi itu membahas soal pencegahan serangan siber menjelang Pemilu 2024. Ia menegaskan Kominfo memiliki tim siber yang bekerja 24 jam dengan melakukan surveillance terhadap seluruh ruang digital.

"Terhadap serangan siber sudah ada koordinasi antara lintas kementerian dan lembaga untuk mempunyai team siber respons CSIRT itu quick response team ini yang akan merespon terhadap semua serangan siber," katanya usai pertemuan di Kantor Kominfo, Rabu (6/7/2022).


Kominfo juga secara khusus berkomunikasi rutin dengan platform digital. Ia secara khusus meminta agar seluruh platform digital untuk terus menjaga sistemnya dan melengkapi sistemnya dengan teknologi security enkripsi yang baik, kuat dan tim yang merespon dengan cepat.

"Komunikasi ini terus kita bangun apabila ada pelanggaran-pelanggaran di dalam ruang digital itu bisa direspon dengan cepat, baik untuk menyetopnya maupun memblokirnya," ujarnya.

Dalam pertemuan dengan KPU ia mengatakan bahwa tim Kominfo dan KPU sebetulnya sudah berkoordinasi dan sudah bekerja bersama sama namun pada pertemuan ini pimpinan lembaga baik Kominfo maupun KPU RI memberikan komitmen bersama untuk saling memberikan dukungan.

Kominfo memberikan dukungan terkait tugas pokok dan fungsi kominfo, di antaranya akses dan kesiapan infrastruktur hulu teknologi informasi dan komunikasi, akses dan ketersediaan infrastruktur hilir seperti pusat data teknologi informasi dan komunikasi. Sementara pada aspek hilir digital seperti misalnya membantu menjaga dan merawat aplikasi yg ada di KPU.

"Pemanfaatan untuk bersama-sama menjaga terhadap serangan-serangan siber, berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga, juga untuk memberikan kapasitas yang cukup bagi kebutuhan pusat data dan pelaksanaan aplikasi-aplikasi sehingga bisa dilakukan secara efisien dan bermanfaat serta produktif." pungkasnya.

KPU ke Kominfo

Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Audiensi itu membahas soal pencegahan serangan siber menjelang Pemilu 2024.

"Hari ini, Ketua KPU RI dan komisioner KPU datang ketemu saya audiensi dalam rangka kerjasama koordinasi dan saling memberikan dukungan untuk penyelenggaraan pemilihan umum legislatif Pilpres dan Pilkada 2024," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, di Kantor Kominfo, Rabu (6/7/2022).

Secara teknis, lanjutnya, tim Kominfo dan KPU sebetulnya sudah berkoordinasi dan sudah bekerja bersama sama namun pada pertemuan ini pimpinan lembaga baik Kominfo maupun KPU RI memberikan komitmen bersama untuk saling memberikan dukungan.

Kominfo memberikan dukungan terkait tugas pokok dan fungsi kominfo, di antaranya akses dan kesiapan infrastruktur hulu teknologi informasi dan komunikasi, akses dan ketersediaan infrastruktur hilir seperti pusat data teknologi informasi dan komunikasi. Sementara pada aspek hilir digital seperti misalnya membantu menjaga dan merawat aplikasi yg ada di KPU.

"Pemanfaatan untuk bersama-sama menjaga terhadap serangan-serangan siber, berkoordinasi lintas kementerian dan lembaga, juga untuk memberikan kapasitas yang cukup bagi kebutuhan pusat data dan pelaksanaan aplikasi sehingga bisa dilakukan secara efisien dan bermanfaat serta produktif," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy'ari, mengatakan, KPU berharap pemerintah memberikan dukungan kepemiluan berkaitan infrastruktur jaringan maupun teknologi informasi. Sebab, penyelenggaraan pemilu ke depan, termasuk Pemilu maupun Pilkada 2024 akan berbasiskan teknologi informasi.

"Saya kira kita tahu semua bahwa Pemilu dan Pilkada adalah area konflik yang dianggap sah dan legal, tapi kalau kita hindari penggunaan kekerasan apakah itu kekerasan fisik apa itu kekerasan verbal yang paling penting," ujar Hasyim.

Selain dengan Kominfo, KPU akan berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya. Koordinasi itu penting dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks yang berkaitan dengan pemilu.

"Saya kira bukan sekarang saja ya mas, dari pemilu, pilkada, sebelumnya sudah ada KPU, Bawaslu, Kominfo, Dewan Pers, Komisi Penyiaran itu juga sering duduk bersama merumuskan itu, tentu saja perlu refreshing ya duduk kembali untuk melihat perkembangan ini semua," terangnya.

"Sehingga sekali lagi bukan karena tugas dalam tanda kutip eksekutif seperti kementerian atau KPU, juga ada dewan pers, itu juga menjadi sesuatu yg penting apakah kualitas jurnalis yang ditugaskan itu seperti apa tersertifikasi atau tidak kemudian cara menulis kontennya bagaimana ini kan ada forumnya juga dewan pers, misalkan." pungkasnya.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemilu Hingga Bangun IKN, Jokowi Siapkan Rp 467 T pada 2023


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading