Majukan Pendidikan, Pelindo Gandeng Unsoed & UNU

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
06 July 2022 08:58
Pelindo

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan kedua Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Purwokerto. Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono mengatakan Pelindo menyalurkan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebanyak 40 unit yang akan digunakan untuk pengembangan para mahasiswa di Unsoed dan UNU.

"Selain itu kami juga membuka kesempatan magang di Pelindo bagi mahasiswa," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (6/7/2022).

Dia menjelaskan pada 2022, Pelindo telah merumuskan tujuh program pendidikan, yaitu Program Pelatihan dan Sertifikasi Pendidikan/keahlian, Program Peningkatan Kapasitas Penyandang Disabilitas, Program Peningkatan Kualitas Pendidikan, Program BUMN Bina Olahraga, Program Beasiswa Pelindo, Program Dukungan Pembangunan Nasional untuk Pendidikan, serta Program Pelatihan K3 Komunitas Pelabuhan.


"Hingga Semester I-2022 ini, komitmen Pelindo dalam memajukan pendidikan telah terealisasi melalui program-program yang telah diimplementasikan dari Sabang hingga Merauke dengan nilai Rp 3.1 miliar. Pendidikan adalah pembekalan paling dasar dari menyiapkan Generasi Muda yang tangguh, untuk itu kami akan memberikan yang terbaik," kata Arif.

Dalam kesempatan tersebut, Pelindo juga bersinergi dengan Kementerian BUMN menyelenggarakan program Kuliah Umum Bersama Tokoh Nasional. Dengan tema, "Kolaborasi BUMN dan Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Generasi Digital di Era Disrupsi".

Kemudian Kuliah Umum Tokoh Nasional di UNU mengusung tema "Sinergitas BUMN Dengan Perguruan Tinggi Dalam Menciptakan Entrepreneur Muda".

Dalam kuliah umum tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pengembangan teknologi dan digitalisasi menjadi keharusan untuk mempersiapkan second and third wave digital disruption yang mulai terjadi.

"Kita harus memikirkan bagaimana caranya mengisi kemerdekaan dengan kedaulatan pangan, energi, maupun ekonomi. Ekonomi digital adalah ekonomi masa depan kita (Indonesia) dengan kesempatan dan market besar," tuturnya.

Erick menambahkan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), tetapi juga perlu diperkuat oleh knowledge based economy dengan growth mindset.

"Sehingga generasi muda bisa menjadi lebih agile dan adaptif," ujar dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemilik Kapal RI Ditantang Berani Buka Jalur Ekspor


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading