Sri Mulyani Siap Suntik Rp 7,5 T Demi Garuda Terbang Lagi

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 July 2022 16:55
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani saat memberi keterangan pers terkait kebijakan THR dan gaji 13. (Tangkapan Layar YouTube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berkomitmen untuk menyalurkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,5 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero) agar bisa terbang lagi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengan Banggar DPR, Jumat (1/7/2022).


Pemberian PMN tersebut, kata Sri Mulyani sejalan dengan rencana perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang telah disahkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

"Garuda Indonesia kami akan berikan penyelamatan sebesar Rp 7,5 triliun setelah mereka capai setelmen 365 kreditur atau 95,07% dari kredit. Ini suatu capaian kami harapkan bisa berikan awalan baru untuk PT Garuda bisa terbang kembali dan sehat," ucapnya dalam Lapsem bersama Banggar, Jumat (1/7/2022).

Kendati demikian, Sri Mulyani belum menjelaskan lebih rinci mengenai kapan pemerintah akan mulai mencairkan PMN ini kepada Garuda Indonesia.

Sebelumnya Sri Mulyani mengatakan masih menunggu laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra untuk mendengarkan seperti apa proses penyehatannya.

"Sekarang dengan hasil PKPU dan kemudian bagaimana desain penyehatan Garuda. Dengan hasil itu pemerintah nanti bersedia masuk dengan PMN (Penyertaan Modal Negara). Angkanya Rp 7,5 triliun itu yang 2021, itu yang angka kita indikasikan. Tapi kan saya belum lihat skenarionya sesudah PKPU," jelas Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (30/6/2022).

Adapun, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra juga telah menjelaskan Garuda Indonesia masih memiliki utang senilai Rp 138 triliun yang harus dilunasi. Utang ini berasal dari klaim 365 kreditur dalam proposal perdamaian penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Garuda Indonesia, kata Irfan tengah menyiapkan berbagai skema pembayaran utang yang dikelompokkan berdasarkan sisi kreditur. Pertama utang prioritas dengan skema akan dilunasi secara bertahap melalui arus kas operasional Perseroan didalamnya termasuk pajak dan hak karyawan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gegara Avtur, Harga Tiket Pesawat Diprediksi Naik Bentar Lagi


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading