Top! Sri Mulyani Selamatkan RI dari Utang Rp 216 Triliun

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 July 2022 13:17
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani  di Konferensi Pers APBN KiTA (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 turun tajam, yaitu Rp 732,2 triliun atau 3,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan demikian Indonesia berhasil mengurangi rencana penerbitan utang sebesar Rp 216 triliun. Bila tidak, makanya beban sangat besar akan ditanggung pemerintah di masa depan.


"Pembiayaan utang akan turun tajam, hanya Rp 757 triliun, 216 triliun lebih rendah dari Perpres, ini penurunan yang tajam 22%," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jumat (1/7/2022)

Kemenkeu. (Tangkapan layar)Foto: Kemenkeu. (Tangkapan layar)
Kemenkeu. (Tangkapan layar)

Hal ini, kata Sri Mulyani menguntungkan Indonesia. Sebab di tengah ketatnya likuiditas global pasca negara maju seperti Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan, biaya yang ditanggung dari penarikan utang akan tinggi.

"Indonesia dalam posisi aman dan baik," imbuhnya.

Pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan dan pengelolaan utang, serta fleksibel dan oportunistik pada sisa akhir tahun 2022. Pemanfaatan SAL juga akan digunakan untuk mengurangi utang.

Outlook APBN 2022 (Dok: Kemenkeu)Foto: Outlook APBN 2022 (Dok: Kemenkeu)
Outlook APBN 2022 (Dok: Kemenkeu)


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Tambah Utang, Sri Mulyani: Kita Yakin Mampu Bayar!


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading