Internasional

Perdana Dalam 5 Tahun, Xi Jinping Kunjungi Hong Kong

News - sef, CNBC Indonesia
01 July 2022 12:55
Presiden China Xi Jinping memberikan pidato setelah upacara pengambilan sumpah untuk melantik pemimpin dan pemerintahan baru kota di Hong Kong, China, 1 Juli 2022, pada peringatan 25 tahun penyerahan kota dari Inggris ke China. (REUTERS/POOL)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping dilaporkan melakukan kunjungan ke Hong Kong, sejak Kamis. Bahkan Jumat (1/7/2022), ia hadir memimpin perayaan ulang tahun ke 25, penyerahan kota itu dari Inggris.

Ini merupakan perjalanan pertama Xi ke luar daratan China sejak pandemi dimulai lebih dari dua tahun. Dalam pidato singkatnya setelah tiba di Hong Kong kemarin, Xi mengatakan Beijing akan tetap berpegang pada kebijakan "satu negara dua sistem", yang memungkinkan Hong Kong untuk beroperasi sebagai wilayah semi-otonom di bawah pemerintahan Beijing.

"(Kebijakan satu negara, dua sistem) akan memastikan kemakmuran dan stabilitas jangka panjang di Hong Kong," ujar Xi dikutip CNBC International.


Dalam pernyataan hari ini, Xi juga mengulang komitmennya soal "satu negara dua sistem". Ia menyebutnya kebijakan yang baik.

"Itu tidak memiliki alasan sama sekali untuk berubah dan itu harus ditegakkan dalam jangka panjang," tambahnya dengan menyebut alasan kedaulatan negara, keamanan dan kepentingan pembangunan, dikutip AFP.

Sebelumnya sejumlah aturan Beijing di Hong Kong dikritik Barat, termasuk Inggris. China bahkan disebut telah mengkhianati janji mempertahankan demokrasi di Hong Kong.

Kritik bahkan berujung demo besar-besaran di 2019. Ini dipicu RUU ekstradisi kontroversial yang diklaim banyak orang di Hong Kong bertentangan dengan prinsip "satu negara dua sistem."

Seolah membantah kritik, dalam kesempatan Jumat, Xi mengatakan apa yang dilakukan Beijing ke Hong Kong selama ini adalah untuk kebaikan kota itu. Ia menegaskan setelah bersatu kembali dengan China, orang-orang Hong Kong telah menjadi penguasa kota mereka sendiri.

"Demokrasi sejati Hong Kong dimulai dari sini," tambahnya.

Penjualan ritel kawasan itu berkontraksi pada 2019 dan 2020 karena protes besar secara terus menerus mengganggu ekonomi lokal. Bahkan sebelum pandemi muncul, hal tersebut menutup Hong Kong dari turis asing dan daratan.

Sementara itu, Inggris berkomentar mengenai wilayah bekas koloninya tersebut. Kerajaan mengatakan China telah mengkhianati janji untuk mempertahankan "cara hidup" warga Hong Kong.

"Kami membuat janji untuk wilayah dan rakyatnya. Kami bermaksud untuk menepatinya, melakukan semua yang kami bisa untuk menahan China pada komitmennya," kata Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson.

Di Amerika Serikat (AS), Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyebut kendali China di pusat keuangan itu sebagai "erosi otonomi". Ia menyerukan kebebasan yang dijanjikan China ke warga.

"Kami berdiri dalam solidaritas dengan orang-orang di Hong Kong dan memperkuat seruan mereka untuk kebebasan yang dijanjikan untuk dipulihkan," ujarnya.

Kedatangan Xi Jinping telah membuat kota dalam mode "loop tertutup". Mereka yang berada di dekat presiden, harus membatasi kontak sosial, mengikuti tes PCR setiap hari dan karantina.

Beberapa bagian kota juga telah ditutup. Liputan media sangat dibatasi. Ini disebut kunjungan pertama dirinya dalam lima tahun terakhir.

Penangkapan juga dilaporkan terjadi ke aktivis terakhir. Lebih dari 10 anggota dan sukarelawan Liga Sosial Demokrat (LSD), kelompok oposisi Beijing di Hong Kong, diberitahu oleh polisi untuk tidak melakukan protes dan diancam penggeledahan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Joe Biden & Xi Jinping Mau Ngobrol, Bahas Apa?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading