Internasional

Bukan Ukraina-NATO! Rusia Ngamuk Ancam Balas Dendam Norwegia

News - sef, CNBC Indonesia
30 June 2022 06:33
Bendera Rusia (File Photo Reuters) Foto: Bendera Rusia (File Photo Reuters)

Jakarta, CNBC IndonesiaRusia murka ke Norwegia. Kementerian luar negeri Kremlin mengatakan pihaknya memanggil kuasa usaha Norwegia, menuduh Oslo memblokir akses ke kepulauan Svalbard dan mengancam akan melakukan pembalasan.

Svalbard adalah wilayah milik Norwegia, dengan Spitsbergen sebagai pulau terbesarnya. Namun 40 negara bisa mengeksploitasi area tersebut, termasuk Rusia yang memiliki pertambangan batu bara.

"Kami menuntut agar pihak Norwegia menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip AFP, Kamis (30/6/2022).


"Kami mengindikasikan bahwa tindakan tidak bersahabat terhadap Rusia pasti akan mengarah pada tindakan pembalasan yang tepat."

Kementerian mengatakan pembatasan Norwegia mengganggu pekerjaan konsulat jenderal Rusia di Spitsbergen. Termasuk area tambang batu bara di sana.

"Kendaraan yang membawa makanan dan pasokan medis ke Spitsbergen telah terjebak di perbatasan," tambah Kremlin lagi.

Moskow telah lama menginginkan suara yang lebih besar di kepulauan yang telah menjadi tempat pemburu paus dan nelayan sejak abad ke-16. Rusia bersikeras menyebut kepulauan itu Spitsbergen daripada Svalbard, meski penyerahan ke Norwegia ditandatangani pada 1920.

Sementara itu, Norwegia menegaskan tidak melanggar apapun di Svalbard dengan memblokir kargo Rusia ke pulau-pulau itu. Hal tersebut dilakukan dasar sanksi Eropa yang melarang perusahaan transportasi jalan Rusia mengangkut barang di wilayah Norwegia.

"Norwegia tidak melanggar Perjanjian Svalbard," kata Menteri Luar Negeri Anniken Huitfeldt.

"Norwegia tidak mencoba menghalangi pasokan ke pemukiman pertambangan batu bara Rusia di daerah itu... Transportasi barang tidak harus melalui daratan Norwegia dengan truk Rusia", tambahnya.

Sanksi sendiri diberikan karena serangan ke Ukraina sejak 24 Februari. Dalam update terbaru kemarin, PBB menyebut 4.700 orang telah tewas sejak pertempuran dua negara bekas Uni Sovidet itu terjadi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Senjata Rusia Bisa 'Lenyapkan' Inggris dalam 20 Menit


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading