Internasional

Tegas! Rusia Bantah Serang Warga Sipil Kremechuk Ukraina

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 June 2022 21:21
Pemadam kebakaran Ukraina disebabkan oleh serangan Rusia di pusat perbelanjaan di Kremenchuk, wilayah Poltava, Ukraina pada 27 Juni 2022. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengumumkan bahwa pasukan Rusia menyerang sebuah pusat perbelanjaan di Kremenchuk. (Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia membantah telah menargetkan warga sipil dalam sebuah serangannya yang mengenai supermarket di kota Kremenchuk, Ukraina. Moskow mengatakan pihaknya menargetkan depot senjata AS dan Eropa di sekitar supermarket itu.

Mengutip Reuters, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah mengenai sasaran militer yang sah di kota itu. Mereka juga berdalih supermarket itu sedang tidak digunakan.

"Di Kremenchuk, pasukan Rusia menyerang gudang senjata yang menyimpan senjata yang diterima dari Amerika Serikat dan Eropa dengan senjata berbasis udara presisi tinggi," kata kementerian pertahanan Rusia dalam pernyataan harian tentang serangan tersebut, Selasa (28/6/2022).


"Ledakan amunisi yang disimpan untuk senjata Barat menyebabkan kebakaran di pusat perbelanjaan yang tidak berfungsi yang terletak di sebelah depot," tambahnya.

Sebelumnya, serangan itu terjadi pada Senin lalu saat warga sedang berbelanja. Ukraina mengatakan sedikitnya 18 orang tewas dalam serangan itu.

Mengutip angkatan udara Ukraina, mal tersebut dihantam rudal anti-kapal Kh22 yang ditembakkan bomber Rusia Tu-22. Lunin sendiri menyebut tindakan Rusia "kejahatan perang" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan".

Selain serangan ini, sejumlah serangan Rusia juga tercatat kemarin. Di antaranya penembakan terhadap kota Kharkiv di timur laut Ukraina yang menewaskan empat orang dan melukai 19 orang lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan itu adalah "salah satu serangan teroris paling menantang dalam sejarah Eropa" dan menuduh Rusia secara langsung menargetkan warga sipil.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Makin Panas, Ini 8 Fakta Terbaru Perang Rusia-Ukraina


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading