Internasional

Wahai Penjuru Bumi, Rusia Gagal Bayar Utang Tapi Gak Default

News - sef, CNBC Indonesia
28 June 2022 09:59
Bendera Rusia (File Photo Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia akhirnya berkomentar soal kegagalannya membayar utang luar negeri untuk pertama kali dalam 100 tahun. Negeri itu bersikeras memiliki dana tapi kesulitan membayar karena sanksi Barat yang memutusnya dari sistem keuangan international.

Kremlin menyebut kejadian ini sebagai "lelucon". Negeri Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyebutnya "artificial" alias buatan.

"Tidak ada alasan untuk menyebut situasi ini sebagai default," kata Juru Bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, dalam keterangan terbarunya kepada wartawan, dikutip AFP, Selasa (28/6/2022).


"Klaim tentang default ini, mereka benar-benar salah," katanya, menambahkan bahwa Rusia melunasi utang pada Mei.

Hal sama juga dikatakan Kementerian Keuangan Rusia. Pemerintah sudah melakukan pembayaran tetapi uang belum berpindah ke kreditur.

"Sistem penyelesaian dan kliring internasional menerima dana secara penuh di muka tetapi pembayaran tidak ditransfer ke penerima akhir karena tindakan pihak ketiga," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Tindakan perantara keuangan asing berada di luar kendali kementerian keuangan Rusia," tambah lembaga negara itu.

Sementara itu, beberapa ahli mengesampingkan pendapat Rusia soal "default teknis". Hal ini, ujar analis, memiliki konsekuensi yang luas.

"Default ini penting karena akan berdampak pada peringkat Rusia, akses pasar dan biaya pembiayaan untuk tahun-tahun mendatang," kata ahli strategi pasar negara berkembang di BlueBay Asset Management, Timothy Ash.

"Dan itu berarti investasi yang lebih rendah, pertumbuhan yang lebih rendah, standar hidup yang lebih rendah, modal dan pelarian manusia (brain drain), dan lingkaran setan penurunan bagi ekonomi Rusia."

Komentar senada diutarakan ekonom Capital Economics, sebuah kelompok riset, Liam Peach. Default Rusia berarti 'simbolik".

"Peristiwa simbolis yang sebagian besar tidak mungkin memiliki dampak makroekonomi tambahan," tegasnya.

"Sanksi telah merusak dan mengunci Rusia dari pasar modal global," jelasnya lagi dalam sebuah catatan.

Rusia, terakhir kali gagal membayar utang luar negerinya pada tahun 1918. Ketika pemimpin revolusi Bolshevik Vladimir Lenin menolak untuk mengakui utang rezim tsar yang digulingkan.

Namun di 1998, Rusia pernah juga gagal membayar utang domestik meski pembayaran internasional masih lancar. Ini karena penurunan harga komoditas, menghadapi tekanan keuangan yang mencegahnya menopang rubel dan melunasi utang yang terakumulasi selama perang pertama di Chechnya.

Sebagai informasi, pembayaran utang yang gagal dibayar Rusia adalah bunga US$ 100 juta untuk dua obligasi. Pertama dalam mata uang dolar dan satu lagi dalam euro.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Lolos, Gagal Bayar Utang Rusia Tinggal Menunggu Waktu


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading