Ini Bukti Jokowi Jadi "Juru Damai" Ukraina-Rusia di KTT G7

News - cha, CNBC Indonesia
28 June 2022 09:30
Presiden Joko Widodo menyerukan negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrim. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menepati janjinya untuk mengajak negara G7 untuk mengupayakan perdamaian di Ukraina dan mencari solusi dalam menghadapi krisis pangan yang kian menjadi.

Saat berbicara dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, Jokowi menegaskan bahwa negara G7 dan G20 perlu melakukan upaya bersama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam negara berkembang.

"G7 dan G20 memiliki tanggung jawab besar untuk atasi krisis pangan ini. Mari kita tunaikan tanggung jawab kita, sekarang, dan mulai saat ini," kata Jokowi, seperti dikutip Selasa (28/6/2022).


Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia. Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri KTT G7 sesi working lunch dengan topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden Joko Widodo mengajak negara-negara G7 untuk berkontribusi memanfaatkan peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia. Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri KTT G7 sesi working lunch dengan topik perubahan iklim, energi, dan kesehatan, di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menegaskan, pangan adalah permasalahan Hak Asasi Manusia yang paling dasar. Para perempuan dari keluarga miskin dipastikan menjadi yang paling menderita menghadapi kekurangan pangan bagi anak dan keluarganya.

"Kita harus segera bertindak cepat mencari solusi konkret. Produksi pangan harus ditingkatkan. Rantai pasok pangan dan pupuk global, harus kembali normal," jelasnya.

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan pentingnya dukungan negara G7 untuk mengreintegrasi ekspor gandum Ukraina dan ekspor komoditas pangan dan pupuk Rusia dalam rantai pasok global.

Menurutnya, terdapat dua cara untuk merealisasikan hal tersebut. Yang pertama adalah fasilitasi ekspor gandum Ukraina dapat segera berjalan. Kedua, yakni komunikasi secara proaktif kepada publik dunia.

Presiden Joko Widodo menyerukan negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrim. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden Joko Widodo menyerukan negara G7 dan G20 untuk bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrim. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7 di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022. Kedua pemimpin membahas situasi di Ukraina juga terkait Presidensi G20 Indonesia. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)Foto: Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela-sela KTT G7 di Elmau, Jerman, Senin, 27 Juni 2022. Kedua pemimpin membahas situasi di Ukraina juga terkait Presidensi G20 Indonesia. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Komunikasi intensif ini perlu sekali dilakukan sehingga tidak terjadi keraguan yang berkepanjangan di publik internasional. Komunikasi intensif ini juga perlu dipertebal dengan komunikasi ke pihak-pihak terkait seperti Bank, asuransi, perkapalan dan lainnya," tegas Jokowi.

Di sela-sela KTT, Jokowi juga sempat melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan negara dan membahas mengenai masalah yang terjadi di Ukraina. Salah satunya, adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Kita semua paham situasi sangat kompleks, namun kita perlu terus upayakan penyelesaian secara damai. Jika perang berlanjut, krisis pangan yang terjadi saat ini akan makin memburuk," kata Jokowi.

Kala bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Jokowi juga mengemukakan hal serupa. Jokowi mengaku senang lantaran sikap India dalam menyikapi perang sama seperti Indonesia.

"Saya senang Indonesia dan India memiliki posisi yang kurang lebih sama antara lain mendesak penyelesaian secara damai," tegas Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Ungkap Kengerian Krisis Pangan di Depan Biden Cs


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading