Laba BUMN Naik 1.000%, Jasa Raharja Sumbang Rp 1,6 T

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
27 June 2022 13:41
Jasa Raharja

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Jasa Raharja mencatatkan kinerja positif selama tahun 2021, dengan berhasil membukukan laba Rp 1,6 triliun atau naik 7,97% jika dibandingkan perolehan diperiode sama tahun sebelumnya. Hasil itu turut menyumbang kenaikan laba BUMN yang mencapai hingga 1.000%.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono mengatakan capaian kinerja positif tersebut didorong keberhasilan Jasa Raharja dalam melakukan inovasi dan transformasi digital yang searah dengan kebijakan Kementerian BUMN.


"Penopang utama pencetakan laba Jasa Raharja berasal dari pencapaian pendapatan dimana Jasa Raharja berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 5,92 T atau tumbuh 4,58% dibandingkan periode tahun 2020," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Rivan menambahkan, akselerasi utama pertumbuhan laba Jasa Raharja terletak pada strategi bisnis yang disebut AGILE atau singkatan dari Accelerate, Gain, Integrate, Leverage dan Enhance yang merupakan bagian dari Peningkatan Brand Awareness dan Inovasi Pelayanan yang Optimal.

Menurutnya, pendapatan yang tercapai dan tumbuh bisa menciptakan efisiensi hingga Gain bisa diraih, yaitu inovasi pelayanan pada fungsi frontliner sehingga bisa mencapai pendapatan yang optimal.

Dari sisi operasional, Jasa Raharja yang bekerja sama dengan 2.368 rumah sakit atau 95,91% dari rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan, telah menyerahkan santunan sebesar Rp 2,41 triliun naik 3,2% dibandingkan tahun 2020.

Kinerja optimalisasi sistem internal juga dilakukan Jasa Raharja untuk memaksimalkan kegiatan investasi melalui Implementasi Direct Access Market, yakni berupa penguatan/penambahan modal kepada anak perusahaan

Dari sisi permodalan, Jasa Raharja tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 669,80% meningkat 9.72% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 610,47%, seiring kenaikan ekuitas sebesar 2% menjadi Rp 11,7 triliun.

"Jasa Raharja akan terus melakukan optimalisasi pendapatan melalui pemanfaatan database kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat dan melalui aplikasi JRku yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor maupun sistem host to host dengan seluruh operator angkutan baik darat, laut dan udara," tutup Rivan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mudik Bersama BUMN, Jasa Raharja Berangkatkan 20.000 Pemudik


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading