Mulan Jameela Singgung PHK di LinkAja, Ganggu Digital SPBU?

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
23 June 2022 13:22
@Mulanjameela1/Instagram

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela mengkhawatirkan program digitalisasi SPBU yang dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bakal tersendat.

Pasalnya, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja yang turut terlibat dalam proses pemasangan digitalisasi SPBU melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ratusan karyawan.

"Saya baca PT Fintek Karya Nusantara ini lakukan PHK pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran apakah hal ini bisa mempengaruhi terhadap operasional LinkAja dan bisa menghambat digitalisasi SPBU ke depan?," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Kamis (23/6/2022).


Mulan Jameela juga mempertanyakan program yang saat ini tengah digodok pemerintah dan Pertamina terkait dengan program pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang bakal menggunakan aplikasi MyPertamina.

Menurutnya apakah program yang saat ini sedang disiapkan perusahaan migas pelat merah tersebut bersinergi dengan program yang baru saja dipaparkan oleh BPH Migas. Khususnya untuk melakukan pengawasan BBM bersubsidi.

"Masyarakat mendengar gencarnya Pertamina yang sedang menggodok aplikasi MyPertamina dengan tujuan yang sama yaitu BBM subsidi Pertalite dan Solar agar tepat sasaran, apakah program MyPertamina itu bersinergi dengan program BPH yang sedang dibahas saat ini," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama BPH Migas, Kamis (23/6/2022).

Adapun berdasarkan paparan Kepala BPH Migas Erika Retnowati, terdapat program digitalisasi SPBU yang dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Program ini ditujukan untuk meningkatkan akuntabilitas data penyaluran BBM kepada konsumen, serta meningkatkan fungsi pengaturan dan pengawasan BPH Migas terhadap kegiatan pendistribusian BBM di seluruh SPBU.

Pelaksanaan program ini sendiri sudah dimulai pada 31 Agustus 2018, dengan target penyelesaian 5518 SPBU terdigitalisasi pada 1 Januari 2021. Adapun pada status 16 Juni 2022, dari total 5.518 SPBU yang ditargetkan dapat terdigitalisasi sebanyak 5.518 atau 100% sudah terpasang Automatic Tank Gauge (ATG) guna memantau stok BBM di tangki secara otomatis.

Kemudian, sebanyak 5.518 SPBU terpasang EDC (100%). Pencatatan Nopol melalui EDC sudah terpasang sebanyak 4.303 SPBU atau 77,98%. Sebanyak 5.518 SPBU terdigitalisasi status BAST (100%).

Berikutnya, sebanyak 4.303 SPBU sudah terdigitalisasi pada Dashboard atau 77,98%. Kepatuhan pencatatan Nopol JBT Bio Solar sebanyak 95%. Sementara, untuk pemasangan program CCTV di SPBU belum ada yang terealisasi.

"Kemudian pertanyaannya apakah dari alat yang terpasang itu kami bisa manfaatkan? Memang belum 100 persen tapi itu terus berprogres. Kami manfaatkan data digitalisasi sebagai dasar verifikasi volume yang akan kami mintakan subsidinya ke Kementerian Keuangan," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Usulan Entitas Khusus Batu Bara, Ini kata DPR


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading