Jokowi: Anggaran Pangan Rp92 T Gede Banget, Hasilnya Apa?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
20 June 2022 16:37
Infografis: Setengah Abad, Proyek Ini Akhirnya Kelar Dikebut Jokowi Foto: Ilustrasi Jokowi (Arie Pratama/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran terkait memanfaatkan anggaran ketahanan pangan dengan semaksimal mungkin. Permintaan itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

"Kalau kita lihat anggaran pemerintah untuk ketahanan pangan ini gede banget. (Tahun) 2018 itu Rp 86 triliun, tahun 2022 ini Rp 92,3 triliun. Gede banget lho ini. Hasilnya apa setiap tahun? Konkret apa? Harus jelas. Kalau nggak Rp 92,3 triliun kita pakai aja belikan beras untuk stok aja, ya kan?," ujarnya.

Jokowi lantas memerinci anggaran Rp 92,3 triliun itu. Sebanyak Rp 14,5 triliun untuk Kementerian Pertanian, Rp 6,1 triliun untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rp 15,5 triliun untuk Kementerian PUPR dan K/L lain Rp 0,6 triliun. Khusus untuk pembangunan bendungan untuk mendukung ketahanan pangan, total ada 61 bendungan dalam proses.



"Sudah selesai 29 bendungan. Tahun ini tambah lagi 9 bendungan rampung. Ini mungkin mulai masuk ke hal-hal kecil yang langsung bisa masuk ke rakyat pak menteri. Embung yang bisa langsung dimanfaatkan, mungkin memang ga mencakup luasan yang gede tapi harus yang banyak," kata Jokowi.

"Kemudian irigasi-irigasi yang langsung masuk seperti kita lihat di NTT konkret dan langsung produksi. Kita nggak ada waktu. Ini kesempatan kita untuk memanfaatkan peluang karena krisis pangan dunia," lanjutnya.

Kemudian, lanjut Jokowi, ada pula Rp 25,3 triliun untuk subsidi pupuk, Rp 3 triliun untuk belanja cadangan beras, Rp 2,6 triliun untuk stabilitas harga pangan, dan Rp 2,9 triliun belanja cadangan subsidi pupuk.

"Ini gede sekali. Ini harus jelas larinya ke mana, manfaatnya apa. Sekali lagi kita dalam suasana dunia yang sedang tidak pasti dan tidak baik," kata Jokowi.

Lalu sisanya, menurut kepala negara, berjumlah Rp 21,9 triliun itu ditransfer ke daerah dalam bentuk DAK.

"Ini juga tolong dilihat betul, bu menkeu dan kementerian terkait. DAK fisik Rp 8,1 triliun, DAK nonfisik Rp 2,2 triliun dan Dana Desa Rp 13,6 triliun. Ini harus betul-betul netes hasilnya, harus menetas bermanfaat," ujar Jokowi.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

"Ketiban Durian", APBN RI Surplus Lagi


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading