Internasional

Aplikasi TikTok Bisa Memicu Propaganda Pro-perang Rusia

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 June 2022 12:00
tiko tok

Jakarta, CNBC Indonesia - Para senator dari partai Republican khawatir bahwa aplikasi TikTok dapat menyebarkan propaganda Rusia. Mereka bahkan mengirimkan surat kepada Kepala Eksekutif TikTok Shou Zi Chew tentang laporan bahwa aplikasi itu mengizinkan konten media yang disetujui pemerintah Rusia tetapi melarang video lain.

"Laporan terbaru menunjukkan TikTok ... telah memungkinkan media pemerintah Rusia membanjiri platform dengan propaganda pro-perang yang berbahaya. Tidak ada perusahaan yang boleh berada dalam posisi memperkuat kebohongan Kremlin, yang memicu dukungan publik untuk perang pilihan Rusia di Ukraina," kata surat itu, Jumat (17/6/2022).

Surat itu dipimpin oleh Steve Daines dan ditandatangani oleh John Cornyn, Roger Wicker, John Barrasso, James Lankford dan Cynthia Lummis.


Para senator menulis bahwa mereka "sangat prihatin" bahwa TikTok "memungkinkan penyebaran propaganda pro-perang ke publik Rusia, yang berisiko menambah korban manusia yang sudah menghancurkan baik bagi Ukraina maupun Rusia."

Pada Maret lalu, laporan Reuters mengatakan aplikasi asal China itu akan menangguhkan streaming langsung dan pengunggahan video ke platformnya di Rusia karena meninjau implikasi dari undang-undang media baru yang ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin.

Para senator mengatakan TikTok telah gagal "untuk sama-sama menegakkan kebijakan ini" dan mengutip laporan berita yang mengatakan "tampaknya TikTok terlambat menutup celah ini pada 25 Maret."

Surat itu menambahkan "konten pro-rezim yang menyesatkan dan membanjiri layanan belum dihapus, membuat arsip propaganda pro-perang yang mudah diakses" dan meminta TikTok untuk menjawab serangkaian pertanyaan.

TikTok sendiri mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters bahwa perusahaan berharap untuk terus terlibat dengan anggota dalam masalah ini dan menjawab pertanyaan para senator tersebut.

TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan teknologi internet yang berbasis di Beijing, ByteDance, telah berada di bawah pengawasan ketat Amerika Serikat (AS) atas data pribadi yang ditanganinya. Pada sidang kongres AS Oktober lalu, perusahaan menghadapi pertanyaan sulit dari anggota parlemen.

TikTok adalah salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia, dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading