Internasional

Sering Salahkan Putin, Rusia: Biden Hidup di Dunia Fantasi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 June 2022 16:45
Presiden AS Joe Biden, Jumat (25/3) bertemu dengan pasukan Amerika selama kunjungannya ke Polandia untuk mendukung tanggapan sekutu terhadap krisis kemanusiaan dan hak asasi manusia. (REUTERS/EVELYN HOCKSTEIN) Foto: Presiden AS Joe Biden, Jumat (25/3) bertemu dengan pasukan Amerika selama kunjungannya ke Polandia untuk mendukung tanggapan sekutu terhadap krisis kemanusiaan dan hak asasi manusia. (REUTERS/EVELYN HOCKSTEIN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menolak klaim Presiden Joe Biden bahwa perang antara negaranya dengan Ukraina memiliki dampak besar pada Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah wawancara, Zakharova mengatakan harga pangan di AS telah meningkat pada 2020 dan 2021, jauh sebelum Kremlin meluncurkan "operasi militer khusus" di Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

"Jika kita mendengarkan apa yang dikatakan Gedung Putih-Biden menyebut harga Amerika sebagai harga Putin, pajak Putin, bensin Putin, inflasi Putin-ya, mereka hidup di dunia fantasi," katanya, melansir Newsweek, Jumat (17/6/2022).

"Pada tahun 2021, harga gandum naik 25%, pada Februari 2022 sudah 31%-62% lebih tinggi dari tingkat rata-rata selama lima tahun terakhir," tambahnya dalam komentar yang dilaporkan oleh surat kabar Izvestia.

Sebelumnya, Biden mengatakan AS harus membayar harga yang lebih tinggi karena serangan mendadak oleh Presdien Rusia Vladimir Putin ke Ukraina.

Biden telah berulang kali menyalahkan perang tersebut karena melonjaknya harga. Pekan lalu dia mengatakan pada konferensi pers di San Pedro, California, bahwa lonjakan inflasi bulan Mei sebesar 8,6% year-on-year, peningkatan tercepat sejak 1981.

"Ini menegaskan apa yang sudah diketahui orang Amerika-kenaikan harga Putin memukul Amerika dengan keras," kata Biden.

"Saya melakukan segala daya saya untuk menumpulkan kenaikan harga gas Putin. Sejak dia menginvasi Ukraina, itu naik US$ 1,74 per galon, karena tidak ada yang lain selain itu," ujar Biden dalam sebuah konvensi di Philadelphia pada Selasa.

Konflik Rusia di Ukraina telah mempengaruhi AS, sebagian karena lonjakan harga komoditas. Ada juga peningkatan risiko geopolitik karena sanksi internasional yang keras dijatuhkan pada Kremlin.

Namun, seperti yang dilaporkan, ekonomi AS, yang lebih terisolasi dari perang daripada banyak negara Eropa, telah menghadapi tekanan inflasi di bulan-bulan sebelum konflik.

Tingkat inflasi jarang menurun selama masa kepresidenan Biden. Antara September 2021 dan Februari 2022, inflasi naik 2,5 poin persentase.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Makin Panas! Biden Peringatkan Putin yang Mau Serang Ukraina


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading