Internasional

Bye "Kiamat" Ayam! Penyelamat Singapura Sudah Datang, RI?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 June 2022 18:30
Chickens are seen inside a poultry farm in Sepang, Selangor, May 27, 2022.  Picture taken May 27, 2022. REUTERS/Hasnoor Hussain Foto: REUTERS/HASNOOR HUSSAIN

Jakarta, CNBC Indonesia - "Kiamat" ayam diĀ Singapura sepertinya akan segera berakhir. Pemerintah Malaysia mulai mencabut beberapa larangan ekspor.

Dalam sebuah surat dari Departemen Layanan Kedokteran Hewan Malaysia yang dilihat oleh Channel News Asia (CNA), ekspor akan kembali diizinkan untuk komoditas ayam kampung dan juga ayam hitam. Izin yang sama juga berlaku untuk produk olahan daging ayam seperti nugget.

Meski begitu, untuk jenis ayam pedaging broiler yang lazimnya diekspor ke Singapura, larangan itu masih berlaku. "Ekspor produk unggas seperti nugget atau hotdog akan diizinkan untuk dilanjutkan. Namun, larangan ayam broiler komersial tetap ada," tulis media itu dikutip Selasa, (14/6/2022).


Hal serupa juga dikonfirmasi oleh sekretaris Asosiasi Pedagang Unggas Singapura, Ma Chin Chew. Ia menyebut jenis ayam tersebut akan dijual ke pedagang pasar basah dan restoran mulai Rabu.

Meski larangan impor ini mulai dicabut, Ma menyebut pihaknya tetap khawatir bahwa pasokan yang tersedia mungkin tak begitu banyak. Selain itu, harga ayam kampung yang memang lebih mahal dari ayam broiler membuatnya pesimis konsumen akan beralih untuk membelinya.

"Tidak ada di sini atau di sana karena harga ayam kampung jauh lebih tinggi daripada ayam broiler biasa, jadi saya rasa pelanggan tidak akan sepenuhnya beralih menjual ayam kampung untuk saat ini," kata Ma.

Malaysia memberlakukan larangan ekspor ayam pada 1 Juni untuk memastikan pasokan yang cukup di pasar domestik. Di sisi lain, Singapura menggantungkan 34% kebutuhan ayamnya dari negara itu, mayoritas dijual dengan kondisi segar dan tidak dibekukan,

Sementara itu, untuk mengatasi krisis ayam ini, Indonesia telah menawarkan untuk mengekspor komoditas unggas pangan itu ke Negeri Singa. Ini dilakukan lantaran RI mengalami over supply ayam petelur yang mampu menjaga pasokan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kronologi "Kiamat" Ayam di Singapura, Karena Negara Tetangga?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading