Jurus Luhut Perangi Omicron BA.4 & BA.5: Geber Booster

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 June 2022 10:05
INFOGRAFIS, Aturan PPKM Terbaru: Ngapain Aja Kini Lebih Plong Foto: Infografis/ PPKM/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di Indonesia beberapa hari terakhir menunjukkan tren kenaikan. Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal itu disebabkan masuknya subvarian baru BA.4 dan BA.5.

Dia juga segera meminta rapat koordinasi penanganan Covid-19 dilakukan sepulangnya dari Bali.

"Akhir-akhir ini memang terjadi kenaikan kasus yang signifikan di beberapa negara lain yang disebabkan oleh subvarian BA.4 dan BA.5 . Meskipun kasus meningkat dalam seminggu terakhir, kabar baiknya positivity rate masih relatif lebih rendah di 1,44% di awah standar WHO yakni kurang dari 5%," katanya dalam unggahan akun Instagram pribadinya, dikutip Senin (13/6/2022).


Dia juga segera meminta pandangan para ahli dan menteri terkait. Dari informasi yang didapat peningkatan kasus yang disebabkan subvarian ini, berdasarkan pengalaman negara lain jauh lebih rendah dari Omicron.

Bahkan dibandingkan momen Lebaran atau natal kenaikannya juga jauh lebih rendah. Sehingga pihaknya sepakat untuk menunggu hingga bulan Juli untuk upaya mitigasi lanjutan.

Selain itu dari hasil sero survei yang dilakukan Jawa-Bali menunjukkan kadar antibodi masyarakat masih cukup tinggi. Namun upaya pencegahan Covid-19 masih harus diberlakukan.

Begitu juga dengan mendorong akselerasi vaksinasi booster. Luhut meminta masyarakat untuk segera dapat melakukan vaksinasi.

"Di akhir, saya meminta dari lubuk hati yang paling dalam bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi lengkap hingga booster agar segera dapat melakukannya agar kita dapat terus mempertahankan kondisi baik seperti hari ini," kata Luhut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Bawa Kabar Nggak Enak Lagi Soal Covid-19, Apa Itu?


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading