Kronologi & Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 yang Sudah Masuk RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 June 2022 19:40
Kemenkes Waspadai Kasus ‘Son Of Omicron’, Ini Bahayanya (CNBC Indonesia TV) Foto: Kemenkes Waspadai Kasus ‘Son Of Omicron’, Ini Bahayanya (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Subvarian virus Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan mengungkapkan, kedua jenis subvarian virus ini memiliki tingkat rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu (11/6/2022), dijelaskan, bahwa subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama kali dilaporkan terdeteksi di Indonesia pada 6 Juni 2022.

Terdapat 4 kasus, yang terdiri dari satu orang positif BA.4 yang merupakan seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala, serta sudah divaksin dua kali.



Sisanya 3 orang kasus positif BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei.

Kondisi klinis tiga orang itu antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin Booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin COVID-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan di tingkat global secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID.

Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel.

Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

"Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2," jelas Syahril.




"Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya," ujar Syahril lagi.

Di Afrika Selatan, Portugal, dan Chili diketahui mengalami kenaikan kasus penularan Covid-19, yang dikaitkan dengan meningkatnya kasus BA.4 dan BA.5.

Menurut Syahril, yang perlu diwaspadai saat ini, adalah immune escape, artinya imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian omicron.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Begini Skenario Pandemi Covid-19 Berakhir Seperti Flu Biasa


(cap/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading