Internasional

Putin Dilaporkan Maki-maki Xi Jinping, Ada Apa Rusia-China?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 June 2022 13:00
Anggota delegasi, yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan melontarkan kata-kata kasar yang memaki Presiden China Xi Jinping. Hal ini disebut-sebut dilakukan Putin karena tidak optimalnya Beijing dalam membantu Rusia yang saat ini terkena sanksi ekonomi Barat.

Dalam sebuah laporan dari akun Telegram General SVR, Putin menyatakan ketidakpuasan pribadinya dengan Xi Jinping. Ia disebut menggambarkan ketidakpuasan itu dengan istilah yang kasar dan cabul

Tak hanya itu, akun yang disebut milik lingkaran dalam Kremlin itu melaporkan bahwa Putin juga melontarkan kata kasar langsung kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Sergei Lavrov. Ia menganggap Lavrov gagal dalam mendapatkan dukungan solid China.


"Saat menteri mencoba berbicara, Putin memotongnya dan memanggilnya 'bokong'," ujar akun Telegram itu seperti dikutip media Australia, News.au, Jumat (10/6/2022).

Seseorang di Beijing yang mengetahui hal itu langsung melakukan diskusi. Disebutkan bahwa China mengalami kesulitan memahami "kesulitan" Rusia.

"Tapi kita tidak bisa mengabaikan situasi kita sendiri dalam dialog ini ... China telah memperjelas posisinya tentang situasi di Ukraina, dan tentang sanksi ilegal terhadap Rusia," kata sumber Beijing. "China akan selalu bertindak demi kepentingan terbaik rakyat China."

Sementara itu, di media yang sama juga disebut bahwa Xi telah menugaskan para pejabatnya untuk mencari cara agar China dapat membantu Rusia tanpa melanggar sanksi. Namun sayangnya belum ada konfirmasi resmi dari dua negara soal ini.

China sendiri sebelumnya telah menjalin sebuah kerjasama strategis dengan Rusia. Saat seluruh negara Barat memberikan deretan sanksi kepada Moskow atas tindakannya di Ukraina, Beijing tidak ikut menjatuhkan embargo dengan alasan itu dapat memperumit konflik.

Sementara itu, Putin sendiri baru-baru ini mulai merasakan dampak ekonomi yang dihasilkan embargo Barat. Presiden yang juga mantan intelijen itu menyebut bergantung pada barang-barang buatan negeri sendiri tidak akan membalikkan kondisi ekonomi negara itu.

Maka itu, Putin juga menegaskan bahwa saat ini Kremlin sedang mencari mitra dagang baru. Namun ia tidak menunjukkan secara rinci negara-negara yang sedang digaet.

"Substitusi impor bukanlah obat mujarab. Kami tidak berusaha sepenuhnya mengganti impor," ujar Putin dalam sebuah sesi di depan para pengusaha muda Rusia. "Rusia harus berkolaborasi dengan mereka yang memungkinkan untuk berkolaborasi."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Mengancam Lagi, Rusia Akan Serang Negara Lain?


(sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading