Tol Padang-Pekanbaru Bermasalah, Luhut: Tanah Belum Beres

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
09 June 2022 15:05
Keterangan Pers Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Kantor Presiden, Senin (4/4/2022. (Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan pembangunan jalan tol Padang - Pekanbaru masih terus berproses. Meski sampai saat ini juga masih mengalami hambatan dari pembebasan lahan adat.

"Soal jalan tol ke Pekanbaru (Padang-Pekanbaru) saya kira kita masih progres, hanya saja saya mendapat laporan soal tanah masih belum beres," kata Luhut dalam Rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/6/2022).

Luhut menjelaskan terkait proyek di wilayah Sumatera Barat yang terhenti memang umumnya adalah masalah lahan.


Anggota Badan Anggaran DPR RI Hermanto mengatakan saat ini proyek tol Padang - Pekanbaru ini memang butuh dorongan dari pemerintah. Terutama persoalan pembebasan lahan yang terkait dengan tanah adat.

"Saya mohon didorong juga (penyelesaiannya) karena ini berhubungan dengan budaya juga tanah ulayat atau segala macem itu butuh dorongan dari pusat," kata Hermanto.

Dia menjelaskan proyek tol ini tengah mengalami keterlambatan, khususnya pada ruas yang berada di wilayah Padang sampai perbatasan Riau. Sementara dari Pekanbaru sampai ke Pangkal Pinang sudah terselesaikan.

Untuk diketahui jalan tol Padang - Pekanbaru ini merupakan bagian dari ruas tol Trans Sumatera. Memiliki total panjang 244 kilometer, yang terbagi atas 5 seksi. Yakni seksi 1 Padang - Sicincin (28 km), seksi 2 Sicincin - Payakumbuh (78 km), Seksi 3 Payakumbuh - Pangkalan Panjang (45 km), Seksi 4 Pangkalan - Bangkinang (56 km), Seksi 5 Bangkinang - Pekanbaru (37 km).

Tol Padang - Pekanbaru merupakan salah satu calon tol terpanjang di Indonesia yang mencapai 244 kilometer. Sementara tol terpanjang saat ini sudah beroperasi yakni Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 km).

Secara keseluruhan ruas tol Pekanbaru - Padang ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2025 mendatang, namun pembangunan kerap terhambat karena persoalan lahan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tak Injak Rem Saat Kasus Covid Melesat, Ini Penjelasan Luhut!


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading