Hotel di Bali Mau Bangkit Tapi Bank Pelit Minjemin Duit

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
07 June 2022 16:35
Hotel Mewah Tempat Kim Kardashian Menginap di Bali. (Dok. Soori Bali)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pengusaha perhotelan di Bali tengah menghadapi tantangan sulit untuk kembali bangkit. Keterbatasan modal membuat mereka jadi kesulitan untuk bergerak. Alih-alih bangkit, pengusaha hotel tengah dibayang-bayangi oleh hutang yang terancam tidak terbayar.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengungkapkan bahwa pengusaha berupaya untuk membayar hutang tersebut ke pihak ketiga. Namun, upaya itu terbentur dengan keterbatasan modal. Mereka coba meminjam pendanaan kembali, namun itu tidak mudah.

"Untuk top up sangat sulit karena bank melihatnya kan ngga mungkin visible. Harus ada kebijakan khusus, jadi win-win solution, kalau industri hotel juga ngga berjalan dengan baik, bank juga sulit dapat dananya karena Bali leading sector 60% dari pariwisata," katanya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/6/22).


Pelaku usaha rata-rata membutuhkan modal hingga miliaran per bulan, dana tersebut bakal membiayai banyak hal, mulai dari karyawan, renovasi, listrik-air hingga modal lainnya. Rai Suryawijaya yakin pengusaha bisa membalikkan pinjaman lunak tersebut jika ekonomi berjalan dengan baik.

Potensi Bali untuk bangkit pada momen saat ini cukup besar, apalagi wisatawan yang masuk ke Pulau Dewata semakin banyak.

"Situasi kondisi pariwisata Bali saat ini cukup mulai mengalami pergerakan. terutama wisatawan mancanegara mencapai 5 ribu/hari, airline terkonfirmasi 17 dan akan bertambah. Untuk school holiday Juni-Juli wisatawan domestik mencapai 15 ribu orang melalui udara, darat sekitar 10 ribu," sebutnya.

Dengan angka kunjungan wisatawan sebesar itu, maka ada modal besar untuk kembali bangkit. Tingkat okupansi hotel pun sudah mulai naik dari waktu ke waktu.

"Tingkat hunian Rata-rata di 50-60%. Memang bervariasi, Kuta di 40%, Changgu 80%, Sanur 50%, Ubud 35%, Karangasem 30%," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bisnis Hotel Baru Mau Napas, Eh Omicron Ngamuk!


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading