Internasional

Maaf, Jerman tidak akan Biarkan Putin Menangkan Peperangan!

News - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
26 May 2022 21:10
New elected German Chancellor Olaf Scholz is sworn in by parliament President Baerbel Bas in the German Parliament Bundestag in Berlin, Wednesday, Dec. 8, 2021. The election and swearing-in of the new Chancellor and the swearing-in of the federal ministers of the new federal government takes place in the Bundestag on Wednesday. (Photo/Markus Schreiber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kanselir Jerman Olaf Scholz berpidato dalam gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (26/5/2022). Dalam pidatonya, Scholz mengomentari peperangan antara Rusia melawan Ukraina.

Scholz mengkritik keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyerang Ukraina. Putin, menurut dia, ingin kembali ke tatanan dunia yang mendikte apa yang menurutnya benar di mana kebebasan, tekad, dan kedaulatan bukan untuk semua orang.

"Kami tidak bisa membiarkan Putin memenangkan perang ini," kata Scholz seperti dikutip dari DW, Kamis (26/5/2022).

"Ini memperjelas pesan kepada Putin bahwa tidak akan ada perdamaian yang didikte. Ukraina tidak akan menerima itu dan kami juga tidak," imbuhnya.

Scholz, yang telah dikritik karena ragu mengirim senjata ke Ukraina, mencatat Jerman kini telah mengalami perubahan besar dalam kebijakan pertahanannya. Untuk pertama kalinya, Jerman memasok senjata ke zona perang, termasuk senjata berat.

Ia menambahkan kalau Jerman telah menyiapkan US$106 miliar yang akan tersedia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Jerman.

Scholz juga mengatakan, perang telah meningkatkan tekanan untuk memenuhi tujuan perubahan iklim, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dari Rusia. Dorongan Jerman untuk menjadi negara netral karbon pada tahun 2045 telah menjadi semakin penting mengingat konflik tersebut.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jerman Teriak Makin Kencang, Rusia-Ukraina Buat Resesi!


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading