Internasional

Tok! India Batasi Ekspor Gula, Seperti Apa Dampaknya?

News - luc, CNBC Indonesia
25 May 2022 14:35
Pekerja munurunkan gula pasir dari kapal India sebanyak 23 ribu ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/4/2021). Gula tersebut ditargetkan mulai mengisi pasar konsumsi menjelang bulan puasa dan lebaran agar dapat memenuhi lonjakan permintaan. CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - India telah memberlakukan pembatasan ekspor gula untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Negara tersebut membatasi ekspor musim ini pada 10 juta ton guna mencegah lonjakan harga domestik setelah para produsen memecahkan rekor penjualan ke pasar dunia.

Pemerintah juga telah meminta eksportir untuk meminta izin untuk pengiriman ke luar negeri antara 1 Juni dan 31 Oktober. Perlu diketahui, India adalah produsen gula terbesar di dunia dan eksportir terbesar kedua setelah Brasil.

Adapun, Benchmark harga gula putih di London melonjak lebih dari 1% setelah keputusan India.


"Pemerintah khawatir tentang inflasi pangan, dan itulah sebabnya pemerintah berusaha memastikan bahwa gula yang cukup tetap di negara itu untuk memenuhi musim festival," kata dealer perusahaan perdagangan global yang berbasis di Mumbai seperti dilansir Reuters, Rabu (25/5/2022).

Eksportir juga mengatakan keputusan untuk mengizinkan pabrik mengekspor 10 juta ton akan membantu India menjual gula dalam jumlah yang cukup besar di pasar dunia.

Awalnya, India berencana untuk membatasi ekspor gula pada 8 juta ton, tetapi pemerintah kemudian memutuskan untuk mengizinkan pabrik menjual lebih banyak gula di pasar dunia karena perkiraan produksi direvisi naik.

Sementara itu, Asosiasi Pabrik Gula India dan badan produsen merevisi perkiraan produksinya menjadi 35,5 juta ton, naik dari perkiraan sebelumnya sebanyak 31 juta ton.

Pabrik-pabrik India sejauh ini telah menandatangani kontrak untuk mengekspor 9,1 juta ton gula pada tahun pemasaran 2021-2022 saat ini tanpa subsidi pemerintah. Dari 9 juta ton yang dikontrak, pabrik telah mengirimkan sekitar 8,2 juta ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Usai Kena Tsunami Corona, Ekonomi Negara Ini Diramal Terbang


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading