Arab Saudi Larang Warganya ke RI, Begini Nasib Jemaah Haji

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
25 May 2022 10:25
Sejumlah jamaah calon haji dan umroh mengikuti pelatihan manasik di Al Mahmudah Manasik Haji Training Centre (AMTC) Setu, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (22/3/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi secara resmi melarang bepergian warganya ke belasan negara, tak terkecuali Indonesia lantaran perkembangan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Pengumuman larangan tersebut disampaikan langsung oleh Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) setempat. Selain Indonesia, setidaknya ada 15 negara lain yang di 'blacklist' oleh pemerintah Saudi.


Daftar negara yang masuk daftar hitam Arab Saudi antara lain Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik, Kongo, Libya, Indonesia, Vietnam, Armenia, Belarusia dan Venezuela.


Lantas, apakah keputusan ini akan berpengaruh terhadap jamaah haji asal Indonesia saat ini?

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi hanya memberlakukan larangan bepergian ke Indonesia bagi warganya. Tidak ada keterangan lebih lanjut apakah keputusan ini akan berdampak pada keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini.

Namun, Saudi sendiri telah mengeluarkan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi para jamaah. Misalnya, mengenai batasan usia calon jemaah haji adalah maksimal berusia 65 tahun.

Selain itu, para jamaah haji juga wajib untuk mendapatkan vaksin Covid-19 minimal dosis kedua yang diakui oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Mereka juga wajib mengantongi hasil tes PCR negatif dengan sampel yang diambil dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Pada tahun ini, total jamaah haji yang akan diberangkatkan mencapai 100.051 orang, yang terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus, sejalan dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama 405/2022 tentang Kuota Haji Indonesia Tahun 1443 H/2022 yang diteken pada tanggal 22 April lalu.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama sendiri telah membuka tahap pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 1443 H/2022 M. Tahap ini dibuka dari 9 dan ditutup pada 20 Mei lalu.

Berdasarkan catatan otoritas agama, total ada 89.715 jemaah yang melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan . Artinya sudah ada 97,26% kuota jemaah haji reguler yang berjumlah 92.246 orang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saudi Buka Kuota, Begini Jurus Menag Demi Calon Haji RI


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading