Internasional

Barat Kian Jauh, Rusia Perdalam Hubungan dengan China

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 May 2022 17:45
Anggota delegasi, yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov mengatakan negaranya akan fokus pada pengembangan hubungan dengan China, meski ada tawaran membangun kembali hubungan dengan Barat.

Dalam sesi tanya jawab di Moskow, Lavrov mengatakan negara-negara barat telah mendukung "russophobia" sejak Rusia meluncurkan serangan ke Ukraina.


Kini, katanya, Rusia sedang bekerja untuk menggantikan barang-barang yang diimpor dari negara-negara Barat, dan di masa depan, negaranya hanya akan bergantung pada negara-negara "dapat diandalkan" yang tidak terikat pada Barat.

"Jika mereka [Barat] ingin menawarkan sesuatu dalam hal melanjutkan hubungan, maka kami akan mempertimbangkan dengan serius apakah kami akan membutuhkannya atau tidak," kata Lavrov, sebagaimana dikutip oleh The Guardian, Selasa (24/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Lavrov juga menyampaikan keluhan terkait negara-negara barat yang bertekad untuk mengubah aturan hubungan internasional sehingga dapat merugikan Rusia.

"Kita harus berhenti bergantung dengan cara apa pun pada pasokan segala sesuatu dari barat untuk memastikan pengembangan sektor-sektor yang sangat penting untuk keamanan, ekonomi, atau lingkungan sosial tanah air kita," ujarnya.

Akibat sikap negara-negara Barat, Lavrov mengatakan tujuan Moskow kini adalah mengembangkan hubungan dengan China, yang menurutnya memiliki teknologi informasi dan komunikasi yang tidak jauh berbeda dengan negara-negara Barat, sehingga dapat lebih memberi banyak keuntungan untuk Rusia.

"Sekarang Barat telah mengambil posisi diktator, hubungan ekonomi kami dengan China akan tumbuh lebih cepat," katanya. "Selain pendapatan langsung untuk anggaran negara, ini adalah kesempatan untuk mengembangkan (Rusia) timur jauh dan timur Siberia."

Kepada kantor berita RIA Novosti, Lavrov juga mengatakan pusat perkembangan dunia telah bergeser ke Eurasia dan di saat yang sama Rusia juga memiliki jaringan kemitraan paling luas di kawasan Eurasia.

"Kita harus mengandalkan mereka dalam pengembangan lebih lanjut negara kita, kemampuan transportasi, transit, dan logistiknya. Saya yakin bahwa ini adalah cara yang benar... Mitra Barat kami telah membuktikan, dan bukan untuk pertama kalinya, bahwa mereka tidak mampu bernegosiasi," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Presiden China & Rusia Bertemu Siap Bangun Aliansi


(tfa/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading