Terra Luna Effect: Dana Tabungan Haji-Duit Biaya KPR Lenyap!

News - Intan Rakhmayanti, CNBC Indonesia
22 May 2022 14:10
Terra Luna_cover/

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kripto khususnya pemegang token Terra LUNA sedang ketir-ketir. Pasal dalam waktu sekejap mereka mengalami penurunan yang sangat parah.

Kerugian itu terjadi dalam semalam, penurunan harga 98% terjadi dalam waktu hanya 24 jam. Termasuk juga membuat kapitalisasi pasarnya amblas menjadi US$500 juta (Rp 7,2 triliun) dari sebelumnya di angka US$40 miliar (Rp 5.829 triliun).

Para investor pun menumpahkan kesedihan kehilangan kekayaannya dalam media sosial. Pasalnya, harga aset kripto ini terjun bebas dan hampir tak ada harganya lagi.


"Saya kehilangan semua tabungan hidup saya. Telah membeli Terra LUNA seharga US$85 tidak yakin apa yang harus dilakukan," kata salah satu anggota r/TerraLuna sub-reddit," dikutip dari Independent, Minggu (22/5/2022).

Sedangkan pengguna lainnya curhat kehilangan US$15 ribu (Rp 218,5 juta), setelah gagal menjual kepemilikan untuk mendapatkan keuntungan besar saat harganya di atas US$100 (Rp 1,4 juta) bulan lalu. Akhirnya dia menyesal dengan sifat serakahnya karena ingin untung lebih banyak lagi.

Di media sosial Twitter, tepatnya @BigAlphaID, menjadi tempat curhat orang-orang yang merugi karena Terra LUNA.

Terparah, salah satu orang menceritakan kalau dirinya berinvestasi hingga Rp 100 miliar dan karena harga Terra LUNA yang terjun bebas, dana yang dimilikinya kini sisa Rp 30,5 juta saja.

"Emang penyesalan itu selalu datang terakhir, mungkin ini bakal jadi postingan terakhir gw, thanks crypto," ungkap orang tersebut.

Ada juga orang yang menginvestasikan dana tunangannya lebih dari Rp 265 juta dan hanya tersisa Rp 77.735. Dia pun menuliskan kalau sangat menyesal namun sudah terlambat.

Dalam unggahan tersebut, rata-rata orang kehilangan dana hingga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta, sangat banyak. "Mau curhat nih min, ga seberapa dibanding yang lain, curhat aja sih, udah dua tahun main crypto. Kurang lebih Rp 500 juta habis 12 Mei, salah satunya gara-gara token scam Luna. Bingung mau gimana," ungkap dia.

Terra LUNA merupakan aset kripto proyek berbasis blockchain yang dikembangkan oleh Terraform Labs di Korea Selatan. Terra LUNA memiliki ambisi sebagai platform yang menciptakan stablecoin yang dikaitkan dengan uang resmi yang diterbitkan oleh bank sentral. Tujuannya untuk mendukung sistem pembayaran global dengan settlement yang cepat dan terjangkau seperti Alipay di blockchain.

Terra LUNA memiliki peran yang vital untuk menstabilkan harga dari stablecoin yang ada di ekosistem Terra dan mengurangi volatilitas pasar. Ketika stablecoin turun sedikit maka Terra LUNA akan dijual atau dibakar (dihancurkan) untuk menstabilkan harga. Salah satu Terra stablecoin paling populer adalah TerraUSD dengan kode perdagangan UST, seperti dikutip dari CoinDesk.

TerraUSD merupakan stablecoin algoritmik. Alih-alih memiliki uang tunai dan aset riil lainnya yang disimpan sebagai cadangan untuk mendukung token, proyek ini menggunakan campuran kode yang komplek dan Terra LUNA untuk menstabilkan harga

Segalanya menjadi lebih rumit setelah pencipta Terra, Do Kwon, membeli Bitcoin senilai US$ 3,5 miliar untuk mendukung TerraUSD jika terjadi krisis.

Sejak 5 Mei lalu harga TerraUSD juga terjun bebas di bawah harga patokannya 1 koin sebanding dengan US$1. Tidak diketahui penyebab jatuhnya harga TerraUSD tetapi kejatuhan ini telah membuat harga Terra LUNA anjlok.

Melalui akun twittternya, Terra mengatakan Terra Blockchain telah disetop operasinya untuk membuat rencana menyusunnya kembali.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pompom Kripto, Kim Kardashian & Floyd Mayweather Digugat


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading