Semoga Nggak Terjadi di RI, AS Krisis Susu Formula

News - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
22 May 2022 11:10
Krisis susu formula di Washington, DC, Amerika Serikat. (AFP via Getty Images/BRENDAN SMIALOWSKI)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Abbott Laboratories Robert Ford meminta maaf pada hari Sabtu (21/5/22) karena stok susu menipis dalam beberapa waktu terakhir.

Kekurangan susu formula diperburuk dengan penarikan kembali susu formula yang dibuat oleh produsen Abbott di pabriknya di Michigan karena menyebabkan 4 bayi terkena infeksi bakteri dan dua di antaranya meninggal. Pabrik tersebut bertanggung jawab untuk memproduksi hingga 25% dari susu formula bayi nasional.

"beberapa bulan terakhir telah membuat kami tertekan seperti halnya Anda, jadi saya ingin mengatakan: Kami minta maaf kepada setiap keluarga yang telah kami kecewakan karena penarikan sukarela kami memperburuk kekurangan susu formula bayi di negara kami." Tulis Ford dilansir dari CNBC.


Ford menulis bahwa Abbott percaya bahwa penarikan sukarela adalah hal yang benar untuk dilakukan.

"Kami tidak akan mengambil risiko dalam hal kesehatan anak-anak," tulisnya.

Pada bulan April, pejabat kesehatan federal mengatakan kepada NBC News bahwa jenis bakteri yang ditemukan pada bayi tersebut tidak cocok dengan jenis yang ditemukan di fasilitas Abbott

"Namun, penyelidikan FDA (Food and Drug Administration) memang menemukan bakteri di pabrik kami yang tidak akan kami toleransi. Saya memiliki ekspektasi tinggi terhadap perusahaan ini, dan kami gagal memenuhinya," tulis Ford.

Ford juga merinci langkah-langkah yang diambil perusahaan untuk membendung kekurangan tersebut, dan berjanji, "Kami melakukan investasi yang signifikan untuk memastikan ini tidak pernah terjadi lagi."

Kini Ia meyakinkan konsumen agar dapat merasa aman membeli produk Abbott apa pun yang Anda temukan di rak-rak toko.

"Apa yang tersedia telah melewati pemeriksaan ketat dan siap untuk bayi Anda," tulisnya.

Ford mencatat bahwa Abbott mengubah jalur produksi untuk produk nutrisi dewasanya di sebuah pabrik di Columbus, Ohio, untuk memprioritaskan produksi susu formula cair siap makan.

"Dan kami telah mengirimkan jutaan kaleng susu formula bubuk yang paling banyak digunakan dari fasilitas yang disetujui FDA di Irlandia ke Amerika Serikat sejak penarikan," tulisnya.

Permintaan maaf itu datang beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden menandatangani RUU untuk meningkatkan akses susu formula bayi pada Sabtu (21/5).

RUU ini mencakup Undang-Undang Produksi Pertahanan dan akan melibatkan Departemen Pertahanan yang akan mengontrak pesawat komersial untuk mengangkut produk susu bayi formula dari fasilitas manufaktur di luar negeri yang telah memenuhi standar keamanan FDA.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Top! Ini Teknologi Canggih Bikinan Rusia yang Kini Mendunia


(fys/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading