Said Abdullah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Capai Target 5,3%

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
20 May 2022 22:59
banggar

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah optimis Indonesia dapat memenuhi target pertumbuhan ekonomi di rentang 5,3-5,9% pada tahun 2023.

Hal tersebut menanggapi penyampaian pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2023 yang dibacakan oleh Menteri Keuangan RI pada Rapat Paripurna DPR RI ke-22.

"Terkait pembahasan KEM-PPKF, Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal pemerintah dalam rentang pertumbuhan 5,3 sampai 5,9%, Saya optimis kalau (target) 5,3% itu bisa kita capai. Artinya target asumsi itu kita masukkan, kita sepakati antara DPR dengan pemerintah dengan landasan kalau di 2022 ketahanan APBN kita atau resiliensi nya bagus sebagaimana sudah berjalan. Bahkan kita windfall profit hampir 425 triliun," ungkap Said Jumat (20/5/2022).


Adapun pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN 2023 yakni pertumbuhan ekonomi 5,3% hingga 5,9%, inflasi 2,0 hingga 4,0%, nilai tukar Rupiah Rp 14.300-Rp 14.800 per US$, tingkat suku bunga SBN 10 Tahun 7,34-9,16%, harga minyak mentah Indonesia 80-100 US$ per barel, lifting minyak bumi 619 ribu - 680 ribu barel per hari dan lifting gas 1,02 juta hingga 1,11 juta barel setara minyak per hari.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa dunia sedang mengalami ketidakpastian terutama berkaitan dengan pemulihan pasca pandemi Covid-19 dan kondisi krisis yang diakibatkan oleh ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang menjadi salah satu penyebab lonjakan inflasi global.

Dalam penjelasannya, tekanan inflasi di Indonesia tidak setinggi beberapa negara lain karena kenaikan harga energi global dapat diredam oleh APBN sebagai shock absorber yang konsekuensinya menyebabkan peningkatan kebutuhan belanja subsidi energi dan kompensasi.

"Sebagaimana Menteri Keuangan juga sampaikan tadi, walaupun dari 425 (triliun windfall profit) kita harus mengeluarkan (subsidi) untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga tidak menaikan BBM, LPG dan tarif dasar listrik maka melompat kepada tahun 2023 yang harus dijaga betul yang pertama dari sisi pengeluaran adalah konsumsi yaitu 5%, investasi sekitar 6% dan kita harus genjot ekspor kita menjadi 7 sampai 8%. Maka menurut hemat saya 5,3% pertumbuhan akan datang itu adalah effort yang bisa diraih oleh pemerintah," tutup Said.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh DPR Anggarkan Rp 59 M, Untuk Ganti Gorden Rumah Dinas!


(dpu/dpu)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading