Jumbo! Kawasan Industri Mongodow Bakal Dapat Listrik 1.000 MW

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
20 May 2022 11:40
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso di Poso, Sulawesi Tengah dan PLTA Malea di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pengoperasian dua pembangkit ramah lingkungan ini mendukung pencapaian target energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 dan net zero emission 2060. (Dok: PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) menyatakan akan memenuhi kebutuhan listrik untuk investasi baru di Kawasan Industri Mongondow (Kimong), Sulawesi Utara. Dengan adanya suplai listrik itu, diharapkan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di wilayah tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah Dan Gorontalo (UIW Suluttenggo) Leo Basuki mengatakan, dalam pembangunan proyek Kawasan Industri Kimong, PLN berkomitmen menjaga ketersediaan energi listrik yang andal. Misalnya, dimulai dari proyek pembangunan hingga nanti sudah beroperasi penuh sesuai kebutuhan investor.

Adapun, proyeksi kebutuhan daya listrik di kawasan ini mencapai 1.000 MW. "Kami siap menyediakan kebutuhan listrik yang dibutuhkan dan tidak hanya itu kami menyediakan layanan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai bagian dari kampanye energi baru terbarukan oleh PLN," tutur Basuki dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (20/5/2022).


Dalam kunjungan ke lokasi rencana dibangunnya beberapa infrastruktur di Kawasan Industri Mongondow (Kimong), Basuki didampingi Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow dan perwakilan pihak investor yang berinvestasi dalam pembangunan Proyek Kimong yaitu Peng Cheng dan Kentjana.

Dalam rangkaian kunjungan ini, PLN membawa serta Investor yang ada untuk mengunjungi langsung infrastruktur kelistrikan PLN, yaitu Gardu Induk Lolak untuk meyakinkan investor bahwa PLN siap secara infrastruktur dalam mendorong percepatan investasi yang direncanakan.

Pertemuan antara Pemerintah, PLN dan investor ini menjadi sinyal komitmen baik untuk mempercepat rencana pengembangan pembangunan proyek strategis ini.

Dalam kesempatan yang sama Kentjana menyampaikan, dalam kawasan industri Kimong direncanakan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter dengan jenis mineral aluminium. Adapun kapasitas produksi tahap pertama diperkirakan hingga 500 ribu ton logam dan investasinya kurang lebih US$ 1 miliar.

Pembangunan kawasan industri Kimong berpotensi mendorong pembangunan ekonomi daerah dan nasional dengan program hilirisasi yang ada.

Menurut Kentjana, jaminan keandalan pasokan listrik dari PLN meyakinkan pihak investor Kimong untuk mantap berinvestasi pada proyek yang bertujuan menjadikan Bolaang Mongondow sebagai salah satu kiblat industri di Indonesia.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak PLN dibawa langsung ke site PLN. Dan kami harap di masa depan saat kami sudah turun berinvestasi, kami bisa kerja sama lebih lancar dan lebih lanjut dan membantu perkembangan ekonomi", ujar Kentjana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Takut Krisis Batu Bara Lagi, PLN Siapkan Aplikasi Monitoring


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading