Jokowi Undang Putin ke KTT G20, PM Inggris Ogah Datang?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
18 May 2022 21:00
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri konferensi pers saat kunjungannya di Kyiv, Ukraina, Sabtu (9/4/2022). (Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo memutuskan akan tetap mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke acara KTT G20 di Bali pada November mendatang. Hal ini dilakukan meski beberapa negara Barat menolak karena serangan Rusia ke Ukraina.

Keputusan ini turut membuat Pemerintah Inggris buka suara. Hal ini disampaikan oleh Wakil Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Rob Fenn.

Fenn mengatakan bahwa London sangat bertekad untuk membantu Indonesia dalam menjalankan posisinya dalam presidensi G20. Hal ini karena Inggris merasa bahwa G20 merupakan forum yang sangat penting.


"Itu merupakan hal yang mendorong kami untuk membantu Indonesia mensukseskan G20," ujarnya dalam acara tanam pohon bersama memperingati 70 tahun kekuasaan Yang Mulia Ratu Inggris di kedutaan Inggris Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Meski begitu, Fenn mengatakan situasi saat ini semakin berat sejak serangan Rusia ke Ukraina. Apalagi, banyak negara yang menentang aksi Moskow tersebut.

"Saat itu (serangan Rusia ke Ukraina) terjadi, Rusia menempatkan Indonesia ke dalam posisi yang sulit."

"Kami harap Indonesia mampu menjalankan semua agenda yang telah direncanakan Recover Together Recover Stronger merupakan agenda yang sangat luar biasa," paparnya lagi.

Lebih lanjut, ketika ditanya terkait kedatangan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ke gelaran itu, Fenn belum dapat memastikannya karena agenda itu masih cukup lama.

"Itu tergantung acara dari saat ini hingga November, itu masih lama. Mari saat ini bekerja untuk menghentikan perang," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ukraina Ultimatum RI Karena Putin Bakal Hadiri KTT G20


(hsy/hsy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading