Internasional

Putin Kembali Warning Eropa, Ada Apa?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
18 May 2022 11:02
Russian President Vladimir Putin watches a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. THIS PICTURE WAS PROCESSED BY REUTERS TO ENHANCE QUALITY. AN UNPROCESSED VERSION HAS BEEN PROVIDED SEPARATELY.

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin memberi warning ke Eropa. Ia memperingatkan diabaikannya minyak Rusia di kawasan itu akan membuat harga energi makin melambung.

Menurutnya, langkah Uni Eropa (UE) membuang minyak Rusia sepenuhnya menjadi "boomerang". Rusia justru mengambil keuntungan, di mana pendapatan minyak dan gas (migas) masih tetap meningkat.


"Negara-negara Eropa terus memberlakukan sanksi baru pada pasar minyak dan gas (Rusia). Semua ini mengarah pada inflasi," katanya dalam pertemuan dengan negara-negara sekutu yang tergabung dalam The Collective Security Treaty Organization (CSTO), dikutip CNN International, Rabu (18/5/2022).

"Tetapi alih-alih mengakui kesalahan mereka sendiri, mereka mencari seseorang untuk disalahkan ... deklarasi tentang penolakan penuh sumber energi Rusia telah menyebabkan kenaikan harga minyak."

Di kesempatan yang sama, Putin juga mengkritik kampanye perubahan iklim Barat. Mengutip TASS, ia menyebut mereka meremehkan pentingnya energi tradisional dan melebih-lebihkan peran energi alternatif.

"Faktanya, apa yang disebut kelas politik di Barat ... berspekulasi tentang keprihatinan alam ... mereka mulai melebih-lebihkan kemungkinan alternatif energi dan meremehkan pentingnya energi tradisional, semua sumbernya," tambahnya membela energi fossil Rusia.

Putin menekankan bahwa pelecehan terus-menerus ini "bersifat sangat spesifik". Ini pun kata dia, menjadi komponen utama, masalah yang muncul di industri energi global saat ini.

"Anda tahu ini lebih baik daripada orang lain. Mereka (otoritas Barat) membatasi pembiayaan bank. Mereka mengajukan segala macam tuntutan hukum yang 'dibuat-buat' terhadap perusahaan dan manajemen perusahaan dan sejauh yang saya tahu, mereka masih melakukannya," jelasnya.

"Hari ini semua ini adalah komponen utama, dasar dari masalah yang muncul di industri energi global."

Rusia sendiri dikenai sejumlah sanksi oleh AS dan Eropa akibat serangan ke Ukraina. Kremlin menyerang negara tetangganya itu sejak 24 Februari dan hingga kini belum berakhir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Putin Mengancam Lagi, Rusia Akan Serang Negara Lain?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading