Internasional

Cek 5 Fakta Terkini Perang Rusia-Ukraina, NATO Makin 'Berani'

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 May 2022 10:50
Tank tentara Rusia dimuat ke kereta api pengangkut untuk kembali ke pangkalan permanen mereka setelah latihan di Rusia, Rabu (16/2/2022). Rusia mengatakan akan mengembalikan lebih banyak pasukan dan senjata ke pangkalan, tetapi NATO mengatakan tidak ada tanda-tanda penarikan karena kekhawatiran bahwa Moskow dapat menyerang Ukraina segera bertahan. Rusia telah mengumpulkan sekitar 150.000 tentara di timur, utara dan selatan Ukraina. (Russian Defense Ministry Press Service via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Rusia di Ukraina masih berlangsung hingga kini. Kabar terbaru, pertempuran di pabrik baja Azovstal di kota Mariupol tampaknya hampir berakhir. Ini diketahui setelah ratusan tentara Ukraina yang tersisa di fasilitas itu dievakuasi.

Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar mengatakan operasi untuk mengevakuasi para tentara Ukraina yang bertahan di pabrik Azovstal di Mariupol adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan mereka.

"Sayangnya, pemblokiran militer tidak mungkin dilakukan dalam situasi ini. Tidak ada cara lain untuk menyelamatkan mereka selain cara yang terjadi sekarang. Itu satu-satunya jalan keluar," kata Malyar, Selasa (17/5/2022).


Menurut Malyar, berkat arena pertahanan Mariupol, pasukan Rusia tidak dapat mentransfer sekitar 20.000 personel ke wilayah lain di Ukraina, dan dengan demikian gagal merebut Zaporizhzhia.

Berikut fakta-fakta terkini lainnya mengenai serangan Rusia ke negara tetangganya tersebut, dikutip dari CNN International, Rabu (18/5/2022).

1. ICC Kirim Tim Forensik dan Investigasi ke Ukraina

Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Karim A.A. Khan, mengumumkan penempatan lapangan terbesar dari tim forensik dan investigasi ke Ukraina.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini Kantor saya telah mengerahkan tim yang terdiri dari 42 penyelidik, ahli forensik, dan personel pendukung ke Ukraina untuk memajukan penyelidikan kami atas kejahatan yang termasuk dalam yurisdiksi ICC... dan memberikan dukungan kepada otoritas nasional Ukraina. Ini mewakili penyebaran lapangan terbesar yang pernah dilakukan oleh kantor saya sejak didirikan," kata Khan, Selasa.

Dia mengatakan tim akan dapat "mengumpulkan lebih banyak akun kesaksian, mendukung identifikasi materi forensik dan digital yang relevan dan memastikan bahwa informasi dan bukti dikumpulkan dengan cara yang memperkuat penerimaannya dalam proses di masa depan sebelum ICC."

2. AS Umumkan Program Baru Terkait Bukti Kejahatan Perang Rusia

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Selasa mengumumkan peluncuran program baru "untuk menangkap, menganalisis, dan membuat bukti yang tersedia secara luas tentang kejahatan perang yang dilakukan Rusia dan lainnya kekejaman di Ukraina."

Program, yang disebut Observatorium Konflik, "mencakup dokumentasi, verifikasi, dan penyebaran bukti sumber terbuka mengenai tindakan pasukan Rusia selama perang brutal pilihan Presiden Putin," menurut catatan media dari Departemen Luar Negeri.

3. Sekjen NATO Akan Bertemu Duta Besar Finlandia dan Swedia

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg akan bertemu dengan duta besar Finlandia dan Swedia pada Rabu, menurut sebuah pernyataan dari NATO. Para pemimpin kemudian dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden pada Kamis.

Ini dilakukan sesaat setelah Finlandia dan Swedia mendaftar sebagai anggota aliasi tersebut.

4. Prancis Janjikan Kirim Lebih Banyak Senjata ke Ukraina

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengirim senjata tambahan. Hal ini disampaikan dalam panggilan telepon antara kedua pemimpin, menurut pernyataan Istana Elysée.

Macron mengkonfirmasi bahwa pengiriman senjata oleh Prancis akan "berlanjut dan meningkat intensitasnya di hari-hari dan minggu-minggu mendatang, seperti halnya pengiriman bantuan kemanusiaan," kata pernyataan itu.

5. Kota di Wilayah Donetsk Terkena Rudal

Pejabat Ukraina mengatakan kota Bakhmut di wilayah Donetsk terkena rudal, Selasa. Ini menjadi indikasi bahwa pasukan Rusia mungkin memperluas jangkauan serangan mereka.

Serangan rudal menghancurkan sebuah bangunan lima lantai di kota itu, menurut polisi regional Donetsk. Satu orang tewas dan seorang anak berusia 9 tahun terluka parah.

"Jumlah pasti korban sedang diklarifikasi," kata polisi. Bakhmut adalah pusat penting bagi militer Ukraina dan rumah sakitnya merawat tentara yang terluka. Jaraknya kira-kira 12 mil (20 kilometer) dari garis depan di sekitar Popasna.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nurut Rusia? Presiden Ukraina Tak Ngotot Lagi Masuk NATO


(tfa/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading