Internasional

Awas PD III Kejadian, AS Sukses Uji Rudal Hipersonik

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 May 2022 21:00
Korea Utara melakukan uji coba nuklir, negeri itu meluncurkan rudal hipersonik. (AP/Lee Jin-man)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) berhasil melakukan pengujian rudal hipersonik terbarunya, akhir pekan kemarin. Ini terungkap dalam pernyataan Angkatan Udara AS yang dimuat Al-Jazeera, Selasa (17/5/2022).

Rudal itu dilepaskan dengan bantuan pembom B-52 melepaskan Senjata Respons Cepat yang Diluncurkan Udara (ARRW). Pengujian itu disebutkan dilakukan di wilayah California Selatan.


"Setelah pemisahan dari pesawat, booster ARRW menyala dan terbakar selama durasi yang diharapkan, mencapai kecepatan hipersonik lima kali lebih besar dari kecepatan suara," kata keterangan itu.

AS sendiri saat ini cukup berfokus pada pengembangan rudal super cepat itu. Pada bulan Maret lalu Washington berhasil melakukan uji rudal hipersonik.

Selain itu, aliansi AUKUS yang dipimpin Washington yang juga mencakup Inggris dan Australia, juga telah mengumumkan rencana untuk bekerja sama mengembangkan senjata berkecepatan tinggi. AS bahkan akan membantu membuat kapal nuklir untuk Australia.

Pengujian ini sendiri dilakukan saat AS bersitegang dengan Rusia terkait serangan Moskow ke Ukraina. Negara pimpinan Presiden Joe Biden itu menganggap serangan itu merupakan serangan ilegal.

Tak hanya itu, AS bersama sekutu Baratnya juga menerapkan sanksi ekonomi kepada negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu. Hal ini membuat Putin meradang.

Putin dilaporkan telah meminta militer untuk mengaktifkan kekuatan nuklir dalam keadaan siaga. Putin mengatakan ini merupakan respon bagi negara-negara yang digambarkannya sebagai 'tidak bersahabat.'

Tak hanya itu, Putin juga sebelumnya sempat menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya. Senjata yang diberi nama Sarmat itu merupakan salah satu ICBM paling mematikan di dunia dengan nama RS-28 Sarmat.

Rudal itu memiliki berat luncur hingga 208,100 megaton. Sarmat mampu mengenai target sejauh 18 ribu kilometer.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bumi Gonjang Ganjing, Korut Ngamuk Ancam Balas Dendam ke AS


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading