Tembus Rekor Tertinggi, Ini Daftar Barang yang Diekspor RI

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 May 2022 17:25
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat kontainer di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (4/3/2022). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja ekspor Indonesia pada April 2022 mencapai US$ 27,32 miliar, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, nilai ekspor pada April yang mencapai US$ 27,32 miliar, naik 47,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Juga naik 3,11% jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada Maret 2022 yang sebesar US$ 26,5 miliar.


BPS mencatat, ekspor non migas menyumbang 94,93% dari total ekspor April 2022 dengan nilai mencapai US$ 25,89 miliar, naik 3,17% dibanding Maret 2022 dan naik 47,7% dibanding ekspor non migas pada April 2021.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-April 2022 mencapai US$ 93,47 miliar atau naik 38,68% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 88,73 miliar atau naik 39,12%. Pangsa terbesar berasal dari sektor industri 74,46%, tambang 18,81%, migas 5,07%, dan pertanian 1,66%.

Secara rinci sumbangan terbesar terhadap nilai ekspor pada April 2022 berasal dari sektor industri pengolahan yang mencapai US$ 19,09 miliar, nilai ini menurun 0,89% jika dibandingkan dengan Maret 2022.

Sumbangan besar ekspor selanjutnya ditempati oleh industri pertambangan dan lainnya yang mencapai US$ 6,41 miliar atau naik 18,58% dibandingkan dengan bulan Maret 2022 (month to month). Dilanjut oleh sektor migas yang mencapai US$ 1,43 miliar pada April 2022 atau naik 2,01% dibandingkan bulan lalu.

Adapun pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, hanya menyumbang US$ 0,39 miliar terhadap nilai ekspor Indonesia pada April 2022. Realisasi ini menurun 8,42% jika dibandingkan Maret 2022.

Ekspor nonmigas April 2022 terbesar adalah ke China yaitu US$ 5,49 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar US$ 2,46 miliar dan Jepang sebesar US$ 2,24 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,37%. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$5,44 miliar dan US$ 2,02 miliar

Berikut komoditas yang mengalami peningkatan terbesar ekspor terbesar menurut HS dua digit :

1. Bahan Bakar Mineral dengan nilai mencapai US$ 5,3 miliar.

2. Lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai mencapai US$ 2,99 miliar.

3. Besi dan baja dengan nilai US$ 2,9 miliar.

4. Bijih logam, terak, dan abu dengan nilai mencapai US$ 1,2 miliar

5. Kendaraan dan bagiannya dengan nilai mencapai US$ 851,5 juta

6. Logam mulia dan perhiasan/permata dengan nilai mencapai USS$ 572,5 juta.

7. Tembaga dan barang daripadanya dengan nilai US$ 258,2 juta.

9. Timah dan barang daripadanya dengan nilai US$ 388,7 juta.

10. Bahan kimia anorganik dengan nilai US$ 308,1 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Impor Melonjak, Ekonomi RI Siap-siap Ngegas Pak Jokowi?


(cap/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading