Harga Pertalite & LPG Beneran Mau Naik Pak Erick Thohir?

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
17 May 2022 10:10
Suasana pengisian BBM di SPBU Bojongsari, Jawa Barat, Jumat (14/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam beberapa waktu belakangan berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (Kg). Rencana kenaikan tersebut merespon tingginya harga minyak mentah dunia yang nyaman di atas level US$ 100 per barel.

Akibat tingginya harga minyak mentah dunia dan CP Aramco sebagain harga acuan LPG, pemerintah sudah meningkatkan harga BBM Pertamax Cs dan LPG berukuran 12 Kg.

Merespon itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir membeberkan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sejatinya merupakan wewenang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).


Sementara, Jokowi sendiri sudah sepakat untuk tidak menambah beban rakyat. Utamanya di tengah dunia yang saat ini mempunyai problem supply chain imbas dari pandemi Covid-19.

"Tidak mungkin Indonesia sebuah negara yang punya kekuatan fundamental ekonomi akan memberatkan rakyatnya. Di situlah negara hadir seperti covid-19," ujarnya saat ditemui usai acara Apresiasi Mitra BUMN Champion 2022 di Graha Pertamina, Jakarta, Senin malam (9/5/2022).

Menurut Erick dengan melihat pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal 1 ini yang berhasil tumbuh 5%, maka tidak mungkin pemerintah melakukan pertimbangan-pertimbangan yang justru memberatkan.

"Pemerintah akan memberikan kebijakan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Termasuk kita akan terus mengintervensi yang namanya minyak goreng, CPO. Kita harus menjaga kepentingan nasional," kata dia.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut dalam jangka menengah pemerintah akan melakukan penyesuaian harga Pertalite dan minyak Solar, serta LPG 3 kg sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia.

"Strategi menghadapi dampak kenaikan harga minyak dunia, untuk jangka menengah akan dilakukan penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar, dan mempercepat bahan bakar pengganti seperti Bahan Bakar Gas (BBG), bioethanol, bio CNG, dan lainnya," ungkap Arifin.

Seperti yang diketahui, Kementerian ESDM sudah resmi menetapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin Pertalite (RON 90) sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).

Hal ini resmi tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP. Akibatnya, bensin Pertalite ini menggantikan bensin Premium (RON 88) yang selama ini masuk ke dalam JBKP.

Pada Jumat (13/5/2022), Menteri Arifin mengatakan, saat ini pihaknya masih melihat perkembangan sehingga rencana kenaikkan harga Pertalite itu belum dijalankan. "Belum ada (kenaikkan harga), masih liat perkembangan jadi belum ada rencana," terang Menteri Arifin di Kantor Kementerian ESDM.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Mobil Mewah Pakai Pertalite, Stafsus Erick: Bikin Malu!


(pgr/pgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading