Produksi Batu Bara China Melonjak, Tapi...

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 May 2022 19:10
Bongkar muat batu bara di China. (REUTERS/ALY SONG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi batu bara harian di China pada April 2022 naik 11% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Namun demikian, permintaannya diperkirakan tidak akan sekuat produksinya.

Melansir Reuters, Senin (16/05/2022), lonjakan produksi batu bara harian China pada April lalu didorong oleh kebijakan Pemerintah Beijing untuk meningkatkan pasokan sebagai antisipasi keamanan pasokan energi Negara Panda itu.

Berdasarkan Badan Statistik Nasional setempat, China yang merupakan produsen batu bara terbesar dunia, memproduksi 362,8 juta ton batu bara pada bulan lalu, setara dengan 12,09 juta ton per hari.


Jumlah produksi pada April tersebut mencapai rekor tertinggi dari hasil produksi di bulan Maret yang mencapai 12,77 juta ton per hari, dan 10,74 ton per hari di periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, produksi batu bara China selama periode Januari-April 2022 tercatat mencapai 1,45 miliar ton, juga lebih tinggi 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

China berencana untuk meningkatkan produksi batu bara harian di atas 12,6 juta ton dan membangun inventaris nasional sebesar 620 juta ton untuk memastikan pasokan yang cukup.

Pemerintah juga mendesak daerah yang sebagian besar mengandalkan batu bara impor untuk menandatangani lebih banyak kontrak, setidaknya satu tahun dengan produsen batu bara dalam negeri, untuk mengamankan pasokan.

Bank sentral China mengatakan, untuk mendukung lebih banyak produksi, mereka telah mengalokasikan pinjaman tambahan sebesar 100 miliar yuan (US$ 14,7 miliar) yang didedikasikan untuk produksi, penyimpanan, dan pembelian batu bara oleh pembangkit listrik.

Beijing juga telah menetapkan batas harga untuk batu bara termal di bawah perdagangan pasar spot dan kontrak berjangka untuk mengurangi tekanan inflasi dan menyeimbangkan keuntungan antara penambang batu bara dan utilitas.

Kendati demikian, permintaan yang rendah dari sektor hilir, menyusul berbagai penutupan pabrik industri karena wabah Covid-19. Hal ini dapat membebani pertumbuhan lebih lanjut dari produksi batu bara.

Produksi listrik China pada April jatuh ke tingkat terendah sejak Mei 2020, dengan output daya termal turun 12% dari tahun sebelumnya.

Persediaan batu bara di delapan wilayah pesisir China mencapai 29,66 juta ton pada 7 Mei, 25% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, menurut data yang dilacak oleh Badan Distribusi dan Transportasi Batu Bara China atau China Coal Transportation and Distribution.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Bisik-bisik Tetangga: Batu Bara RI Sudah Menuju China!


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading