Internasional

Korut Darurat Covid! Tak Ada Vaksin, Obat-obatan Menipis

News - luc, CNBC Indonesia
16 May 2022 06:12
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, center, attends a meeting of the Central Committee of the ruling Workers' Party in Pyongyang, North Korea Thursday, May 12, 2022. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified.   Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan kasus Covid-19 yang terjadi di pertama kalinya di Korea Utara jelang akhir pekan lalu membuat negara tersebut meningkatkan kewaspadaannya.

Para ahli khawatir virus tersebut dapat mengganggu stabilitas negara dengan cepat. Pasalnya, saat ini persediaan obat-obatan sangat terbatas dan Korut belum memiliki program vaksinasi.


Seperti diberitakan Reuters, yang melansir kantor berita KCNA, Senin (16/5/2022). Pada pertemuan darurat Politbiro yang diadakan Minggu (15/5/2022), Kim mengkritik sikap kerja bawahannya yang "tidak bertanggung jawab" serta kemampuan mengorganisir dan melaksanakan kabinet, khususnya dalam sektor kesehatan masyarakat.

Pemerintah sebenarnya telah memerintahkan pendistribusian cadangan obat-obatan nasionalnya tetapi Kim mengatakan obat-obatan yang dibeli oleh negara tidak menjangkau orang-orang secara tepat waktu dan akurat melalui apotek.

Kim memerintahkan agar "pasukan kuat" dari korps medis tentara dikerahkan untuk segera menstabilkan pasokan obat-obatan di Kota Pyongyang.

KCNA juga melaporkan bahwa Kim mengunjungi apotek yang terletak di dekat Sungai Taedong di Pyongyang untuk mencari tahu tentang pasokan dan penjualan obat-obatan.

Kim mengatakan apotek tidak dilengkapi dengan baik untuk menjalankan fungsinya dengan lancar, tidak ada tempat penyimpanan obat yang memadai selain etalase, dan tenaga penjual tidak dilengkapi dengan pakaian sanitasi yang layak.

Korea Utara mengatakan bahwa sebagian besar kematian sejauh ini disebabkan oleh orang-orang yang "ceroboh dalam meminum obat karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit infeksi virus varian Omicron siluman dan metode pengobatannya yang benar."

Adapun, negara itu melaporkan tambahan 392.920 orang dengan gejala demam dan delapan kematian baru, kata KCNA.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

10 Tahun Berkuasa, Ini Sosok Kim Jong Un dan Dinasti Keluarga


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading