Sheikh Mohammed bin Zayed Dipilih Jadi Presiden UEA yang Baru

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
14 May 2022 18:18
FILE PHOTO: Abu Dhabi's Crown Prince Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan arrives for a working lunch with French President Emmanuel Macron (not seen) at the Chateau de Fontainebleau in Fontainebleau near Paris, France, September 15, 2021. REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo Foto: REUTERS/GONZALO FUENTES

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin de facto Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan terpilih sebagai presiden negara Teluk Arab oleh dewan tertinggi federal pada Sabtu (14/5/2022). Hal ini memperkuat kekuasaannya atas produsen minyak Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan pemain kunci regional.

Sheikh Mohammed atau yang dikenal sebagai MbZ terpilih sehari setelah kematian saudara tirinya, Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed, yang juga penguasa Abu Dhabi.

"Kami mengucapkan selamat kepadanya dan berjanji setia kepadanya seperti halnya orang-orang kami ... dan seluruh negara akan mengikuti kepemimpinannya menuju kejayaan," tulis wakil presiden dan perdana menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum melalui unggahan Twitter sebagaimana dikutip CNBC Internasional, Sabtu (14/5/2022).


Sebelumnya MbZ telah memegang kekuasaan selama beberapa tahun, khususnya dalam periode ketika Sheikh Khalifa menderita penyakit, termasuk stroke pada tahun 2014.

Dia menjadi presiden pada saat hubungan lama UEA dan Amerika Serikat telah tampak tegang karena anggapan AS melepaskan diri dari masalah keamanan sekutu di Teluk Arab.

MbZ memimpin penataan kembali Timur Tengah yang menciptakan poros anti-Iran baru dengan Israel. Dia juga mendukung kekuatan militer UEA yang dengan kekayaan minyak dan status pusat bisnisnya memperluas pengaruh UEA di wilayah tersebut dan sekitarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Buat Minyak To The Moon, Potret Serangan Houthi ke Abu Dhabi


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading