Bahlil Bicara Urgensi Deal Rp 146 T Pertamina & Chevron

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 May 2022 21:21
Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan III 2021 oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Chevron Corporation melalui anak usaha, Chevron New Ventures Pte. Ltd. di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis (12/05/2022), untuk menjajaki peluang bisnis baru, salah satunya yakni terkait peluang bisnis rendah karbon di Indonesia.

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia pun turut berkomentar mengenai kesepakatan ini. Bahlil mengatakan, perjanjian ini bisa mendorong pengembangan energi baru terbarukan di dalam negeri.

Bahlil menyebut, rencana kerja sama itu bernilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 146 triliun (asumsi kurs Rp 14.600 per US$) selama 10 tahun ke depan. Bahlil turut menyaksikan penandatangan MoU itu bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani.


"Secara kebetulan Chevron dan Pertamina berhubungan dengan baik, akan dioptimalkan dengan total investasi kurang lebih sekitar US$ 10 billion (miliar) untuk 10 tahun ke depan. Kalau ini mampu kita lakukan, maka saya yakini tujuan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat industri hilirisasi berbasis energi baru terbarukan dapat kita lakukan, sebab apa? karena hampir di semua negara di belahan dunia sekarang gak mungkin akan masuk investasi ke industri hilirisasi bila tidak ada kesiapan energi baru terbarukan," jelasnya, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (13/5/2022).

Sebagai informasi, penandatangan MoU itu dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Executive Vice President Business Development Chevron Jay Pryor yang berlangsung di Washington DC, Kamis (12/05/2022).

Sementara itu, Presiden Chevron New Energies Jeff Gustavson mengatakan perusahaan cukup antusias dengan kerja sama ini. MoU yang dilakukan dua perusahaan itu untuk mengidentifikasi peluang rendah karbon dengan kolaborasi dan kemitraan antara Chevron, BUMN dan pemerintah yang masing-masing memiliki kepentingan bersama untuk mendorong transisi energi nasional.

"Melalui potensi kerja kami di Indonesia, dan seluruh kawasan Asia Pasifik, kami berharap dapat menyediakan energi yang terjangkau, andal, dan selalu bersih, serta membantu industri dan konsumen yang menggunakan produk kami untuk mencapai tujuan rendah karbon mereka," ungkap Jeff.

Menurut Nicke, Pertamina akan terus berkomitmen mempercepat transisi energi sesuai dengan target pemerintah.

"Kemitraan ini merupakan langkah strategis bagi Pertamina dan Chevron untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing, serta mengembangkan proyek dan solusi energi rendah karbon untuk mendorong kemandirian dan ketahanan energi dalam negeri," kata Nicke.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bahlil: Investasi Mangkrak Selesai Tahun Ini!


(npb/wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading