Internasional

Korut Darurat Covid! Kim Jong Un Pakai Masker Pertama Kalinya

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
13 May 2022 12:15
In this image made from video broadcasted by North Korea's KRT, North Korean leader Kim Jong Un wears a face mask on state television during a meeting acknowledging the country's first case of COVID-19 Thursday, May 12, 2022, in Pyongyang, North Korea. North Korea imposed a nationwide lockdown Thursday to control its first acknowledged COVID-19 outbreak after holding for more than two years to a widely doubted claim of a perfect record keeping out the virus that has spread to nearly every place in the world. (KRT via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan temuan kasus Covid-19 di Korea Utara pada Kamis (12/5/2022) akhirnya 'berhasil' memaksa Sang Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un menggunakan masker. Sebelumnya, dalam lebih dari 2 tahun pandemi berlangsung di seluruh dunia, dia tak pernah terlihat memakai masker.

Laporan itu diterbitkan kantor berita KCNA ketika Kim Jong Un memimpin pertemuan Partai Buruh untuk membahas tanggapan terhadap wabah pertama virus corona. Dilaporkan bahwa infeksi ditemukan di wilayah Ibu Kota Pyongyang.

Selain konfirmasi kasus pertama Covid-19 di Korut tersebut, KCNA juga melaporkan setidaknya satu orang telah meninggal dunia akibat paparan virus corona. Sebanyak ratusan ribu lainnya mengalami gejala demam.


Kabar itu pun menggemparkan negara yang selama ini mengeklaim 'kebal' Covid-19. Alhasil, status darurat nasional pun langsung diberlakukan.

Melansir Reuters, Jumat (13/5/2022), para ahli mengatakan mengingat kemampuan pengujian Korea Utara yang terbatas, angka yang dirilis sejauh ini mungkin hanya mewakili sebagian kecil dari infeksi.

Adapun, sekitar 187.800 orang dirawat di ruang isolasi. Sementara itu, sekitar 350.000 orang dilaporkan telah menunjukkan tanda-tanda demam, termasuk 18.000 yang baru melaporkan gejala tersebut pada Kamis.

Menurut laporan KCNA, setidaknya enam orang yang menunjukkan gejala demam telah meninggal, dengan salah satu dari kasus tersebut dikonfirmasi telah tertular varian virus Omicron.

Kee Park dari Harvard Medical School, yang telah bekerja pada proyek perawatan kesehatan di Korea Utara, mengatakan negara itu telah menguji sekitar 1.400 orang setiap minggu, yang hampir tidak cukup untuk menyurvei 350.000 orang dengan gejala.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

3 Tahun Pandemi Corona, Tidak Ada Kasus Covid-19 di Korut


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading