Ada Pembangkit Baru, Biaya Listrik Sumatera Bisa Lebih Murah

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
12 May 2022 20:27
PLTGU Riau, 275 Mega Watt (Dok. Medco Power)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kini Sumatera memiliki satu pembangkit listrik baru berkapasitas 275 Mega Watt (MW). Adanya pembangkit listrik baru ini dinilai bisa menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik lebih murah dan lebih bersih.

Pembangkit listrik baru yang dimaksud ini yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 MW di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau.

Pembangkit ini mulai dioperasikan pada hari ini, Kamis (12/05/2022), dan diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.


Arifin mengatakan, pengoperasian pembangkit dipastikan akan memperkuat keandalan pasokan listrik di sistem Sumatera, khususnya sub-sistem Riau, sekaligus mendorong biaya pokok penyediaan (BPP) listrik lebih murah dan lebih bersih.

Harga jual tenaga listrik PLTGU Riau ini adalah US$ 6,49 sen per kilo Watt hour (kWh) atau lebih rendah dari BPP setempat.

"Khusus untuk di wilayah Provinsi Riau, saat ini sudah ada tambahan sebesar 275 MW, tetapi ke depan juga bisa menjadi sentra pengembangangan PLTGU dengan melihat sumber daya energi yang ada di Provinsi Riau," ungkap Arifin saat meresmikan pengoperasian PLTGU, Kamis (12/05/2022).

Sebagaimana diketahui, pemerintah fokus pada upaya transisi energi. Hal ini merupakan strategi panjang seluruh bangsa di dunia untuk menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), dan mencapai netral karbon atau Net Zero Emission (NZE), agar dapat meminimalisir perubahan iklim. Untuk itu, saat ini gas dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai jembatan menuju 100% Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menurut Arifin, Indonesia masih memiliki potensi gas yang cukup banyak, sekaligus menjadi komoditi energi yang penting, terutama dalam mendukung proses transisi energi.

"Emisi yang dikeluarkan dari sumber energi fosil, antara lain batu bara, emisi buangnya itu dua kali lipat dibandingkan dengan gas," ujarnya.

Dengan beroperasinya PLTGU Riau, daya mampu sistem kelistrikan Sumatera akan meningkat menjadi 7.266 MW dengan beban puncak mencapai 6.823 MW, sehingga cadangan sistem kelistrikan Sumatera menjadi 443 MW.

PLTGU Riau sendiri dikembangkan oleh PT Medco Ratch Power Riau, anak usaha patungan antara PT Medco Power Indonesia bersama RATCH Group Public Company Limited, perusahaan kelistrikan asal Thailand.

Arifin pun berharap adanya pembangkit listrik baru ini disertai dengan terciptanya konsumen-konsumen baru, sehingga pemanfaatan listrik bisa menjadi optimal.

"Harus diupayakan, harus bisa menciptakan demand-demand baru agar kita bisa memenuhi kapasitas nasional seoptimum mungkin, sehingga utilisasinya bisa maksimum," tegasnya.

Selain itu, Arifin juga menekankan pentingnya harga energi yang terjangkau, selain untuk kepentingan masyarakat, juga untuk kepentingan industri.

"Dengan harga energi listrik yang kompetitif akan memberikan dorongan investasi masuk ke dalam negeri, ini yang penting. Untuk itu, jangan lupakan untuk selalu meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian pembangkit " ucapnya.

Kapasitas listrik yang dihasilkan oleh PLTGU Riau ini dapat melistriki sekitar 360 ribu pelanggan rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere (VA). Tak hanya perkuat pasokan listrik, pembangunan PLTGU ini juga disebut lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang lebih kecil.

"Saya berharap Medco Ratch Power bisa mengoperasikan proyek ini dan menjaga pembangkit listrik ini dengan sebaik-baiknya," pungkas Menteri Arifin.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan, pengoperasian pembangkit yang masuk dalam proyek 35 ribu MW ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi strategis antara PLN dengan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) dalam penyediaan listrik nasional.

"Ini merupakan hari bersejarah, di mana kita semua dalam proses tiga tahun ini telah bersama-sama dan berkolaborasi hingga pembangunan PLTGU telah berhasil dituntaskan dan kini bisa beroperasi," ujar dia.

Hadirnya PLGTU ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat serta menjadi titik awal untuk mengoptimalkan potensi daerah.

"PLTGU ini beroperasi tentu listrik semakin andal dan berkualitas. Itu artinya PLN semakin siap menyambut masuknya investor dan siap memenuhi peningkatan konsumsi listrik masyarakat ke depan," terangnya.

Dengan investasi sekitar US$ 290 juta atau sekitar Rp 4,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per US$), Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di proyek ini mencapai 34%, serta mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 2.072 tenaga kerja Indonesia dan 47 warga negara asing.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alokasi Gas untuk Listrik Bukan Prioritas? Ini Kata SKK Migas


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading