Internasional

Anak Eks Diktator Filipina Menangkan Pemilu Presiden

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
10 May 2022 09:30
FILE PHOTO: Philippine presidential candidate Ferdinand

Jakarta, CNBC Indonesia - Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr. unggul dalam pemilihan Presiden Filipina, Senin (9/5/2022). Putra diktator yang juga mantan presiden Ferdinand Marcos itu memenangkan pemilu dengan suara telak.

Dengan lebih dari 90% dari penghitungan awal selesai, Marcos Jr. memiliki hampir 30 juta suara, lebih dari dua kali lipat penghitungan saingan terdekatnya yang juga wakil presiden saat ini, Leni Robredo. Dengan latar belakang yang cukup kontras, Robredo merupakan mantan pengacara hak asasi manusia.

Marcos pun memberikan pidato kemenangannya kepada para pendukungnya yang berkumpul di luar markas kampanyenya di Kota Mandaluyong sambil membawa bendera Filipina.


"Saya berterima kasih kepada sukarelawan dan pemimpin politik yang telah memberikan kontribusi mereka bersama kami," ujarnya seperti dikutip TheĀ Guardian, Selasa (10/5/2022).

"Kita tunggu saja sampai sangat jelas, sampai hitungannya mencapai 100%, baru kita bisa merayakannya."

Marcos Jr. yang saat ini berumur 64 tahun berlaga di pemilu Filipina dengan tagline "Bersama kita akan bangkit kembali". Hal ini dianggap membawa nostalgia rezim otoriter ayahnya, yang justru digambarkan keluarga dan pendukungnya sebagai era keemasan dalam kampanye.

Ayahnya, Ferdinand Marcos, digulingkan dalam revolusi People Power pada tahun 1986. Hal ini terjadi karena Ferdinand menyiksa, menangkap, dan menghilangkan lawan politiknya kala itu. Ia juga diduga melakukan penjarahan aset negara yang bernilai US$ 10 miliar atau senilai Rp 140 triliun.

Meski begitu, analis menilai keluarga Marcos berusaha mengubah citra diri mereka sendiri dan mendapatkan kembali tempat mereka dalam politik.

"Infrastruktur disinformasi sudah ada sejak lama. Bukannya baru tumbuh selama kampanye ini. Rencana keluarga Marcos untuk mencapai kursi kepresidenan telah berjalan selama beberapa dekade," kata Aries Arugay, seorang peneliti tamu di Institut ISEAS-Yusof Ishak, yang berbasis di Manila.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Korban Topan Rai Filipina Bertambah, Sudah 208 Orang Tewas


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading