Afrika Masuk Gelombang Ke-5 Covid-19, Ini Biang Keroknya

News - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
02 May 2022 14:20
People wearing masks on an escalator at a shopping mall, in Johannesburg, South Africa, Friday Nov. 26, 2021. Advisers to the World Health Organization are holding a special session Friday to flesh out information about a worrying new variant of the coronavirus that has emerged in South Africa, though its impact on COVID-19 vaccines may not be known for weeks. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Afrika Selatan saat diketahui ini tengah mengalami lonjakan penyebaran kasus Covid-19 gelombang kelima. Adapun kasus baru ini didorong oleh subvarian BA.4 dan BA.5 Omicron.

Melansir Reuters Senin (2/5/2022), pejabat dan ilmuwan di negara Afrika Selatan melaporkan gelombang kelima pandemi ini datang lebih awal dari prediksi sebelumnya. Hal ini menyusul dengan adanya peningkatan virus yang berkelanjutan selama 14 hari terakhir.

Padahal, negara ini baru saja keluar dari gelomang keempat pada Januari lalu. Afrika Selatan sebelumnya memprediksi gelombang kelima akan muncul pada Mei atau Juni, awal musim dingin di belahan bumi selatan.


Menteri Kesehatan Joe Phaahla, mengatakan meskipun jumlah pasien rawat inap bertambah, namun sejauh ini belum terlihat lonjakan pasien di unit perawatan intensif. Adapun pada tahap ini, otoritas kesehatan belum disiagakan terhadap ancaman varian baru.

Spesialis penyakit menular Richard Lessells mengatakan berkurangnya kekebalan dari gelombang sebelumnya dapat berkontribusi pada lonjakan kasus baru yang lebih awal dari perkiraan.

Menurutnya, naiknya kasus yang diakibatkan subvarian BA.4 dan BA.5 Omicron menunjukkan bahwa subvarian tersebut jauh lebih 'unggul' dibandingkan dengan subvarian BA.2.

Namun, sejauh ini tidak ada tanda bahwa BA.4 dan BA.5 menimbulkan gejala yang jauh lebih parah.

Perlu diketahui, Afrika Selatan telah melaporkan lebih dari 3,7 juta kasus Covid-19 dan lebih dari 100.000 kematian selama pandemi. Pada hari Kamis, kantor WHO Afrika menandai peningkatan infeksi Afrika Selatan sebagai pendorong utama peningkatan kasus COvid-19 di benua Afrika.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duar! Serangan Bom Ethiopia Tewaskan 56 Orang, 30 Luka-Luka


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading