Ini Vaksin Covid Paling Bagus untuk Booster, Terbukti Manjur

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
01 May 2022 17:00
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) di Lobby Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu, 6 April 2022. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mendorong agar masyarakat mau vaksin booster. Namun, sebagian masyarakat masih bingung untuk memilih jenis vaksin yang dirasa ampuh meminimalisir penyebaran Covid-19.

Demi mendapatkannya, masyarakat bisa mendapatkan booster secara gratis. Syaratnya penduduk berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksin kedua minimal enam bulan sebelumnya.


Untuk tahapan awal ini, pemerintah menyediakan AstraZeneca, Moderna dan Pfizer sebagai vaksin booster. Ini diberikan kepada mereka yang sudah divaksinĀ SinovacĀ dan AstraZeneca.

Soal keefektifan vaksin booster, sejumlah penelitian telah melakukan studi untuk melihat vaksin mana yang paling efektif melawan Omicron. Berikut beberapa hasil penelitian awal, dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber:

Vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna

Discovery Health, perusahaan asuransi Afrika Selatan, melakukan studi dan menemukan dua dosis Pfizer punya keefektifan 70% melawan Omicron. Angka ini menurun dari 80% termasuk untuk melawan penyakit parah dan rawat inap.

Menurut laporan Columbia University dan University of Hong Kong menyebut antibodi dan Pfizer ternyata 20 kali rendah melawan Omicron dibanding varian aslinya. Riset di Inggris menyebut 32% dari 521 kasus varian tersebut telah menerima dua dosis Pfizer pada 15 minggu atau lebih dari itu sebelumnya.

Pemberian booster juga disebut sangat penting, antibodi Pfizer meningkat sama saat menghadapi infeksi varian awal. Selain itu Moderna mengalami penurunan antibodi melawan Omicron, sembilan kali jika dibanding varian sebelumnya dan dosis lanjutan dengan jenis yang sama diyakini dapat meningkatkan antibodi.

Vaksin AstraZeneca

Berdasarkan laporan Badan Keamanan Kesehatan Inggris, Universitas Oxford, dan Imperial College London, vaksin ini juga mengalami penurunan perlindungan pada Omicron.

Penelitian itu menggunakan 188 ribu orang dan hasilnya berdasarkan 581 berbanding 56.439 kasus varian Delta. Dari jumlah itu 20% ternyata tidak divaksin dan 11% hasil tes yang dipantau.

Dari sana 33% diantaranya mendapatkan dua dosis AstraZeneca dengan jarak 15 minggu atau lebih sebelumnya. Dosis booster juga dikatakan bisa meningkatkan perlindungan, dengan dosis ketiga AstraZeneca.

Vaksin Sinovac

Laboratorium Universitas Hong Kong menunjukkan sampel pada orang penerima vaksin penuh Sinovac gagal menghasilkan antibodi untuk mendeteksi Omicron. Dosis booster juga dikatakan dapat meningkatkan antibodi.

Namun menurut sebuah penelitian menyebut tiga dosis Sinovac tidak bisa melawan Omicron. Reuters melaporkan harus menggunakan vaksin mRNA Pfizer sebagai booster menjadi lebih efektif.

Peneliti tidak menyebut besaran antibodi yang dihasilkan Sinovac atau Pfizer melawan Omicron. Namun memang tidak menyarankan dua dosis Sinovac mendapatkan dosis lanjutan dengan jenis lain.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat! Sebentar Lagi Vaksin Booster, Tetap Wajib Pakai Masker


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading